TB H Ali Jayadi, Resmi Terima Bendera Petaka Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten DPD Kab Tangerang Priode 2025-2030

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABUMI.Com_Cilegon Banten, Di penghujung 2025 Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) gelar pelantikan Akbar para pengurus DPP, DPW, DPD Kabupaten dan Kota se-Banten dan Lampung Priode 2025-2030 di The Royal Krakatau Hotel Convention Gol Cilegon Banten
Minggu 28/12/2025

Pantauan awak media di lokasi pelantikan tersebuta salah satunya pengurus DPD Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) Kabupaten Tangerang TB. H. Ali Jayadi,

Konon Sejarah Perguruan Silat Bandrong Banten berakar kuat di Banten, lahir sekitar tahun 1500-an, bahkan sebelum Kesultanan Banten berdiri, sebagai warisan budaya leluhur yang digunakan untuk pertahanan diri dan syiar Islam,

Dan berkembang di wilayah pesisir dengan tokoh penting seperti Ki Beji (Ki Agus Jo), Ki Sarap (Ki Jagabaya), dan Ki Semar, juga menjadi bagian integral sejarah perjuangan Banten melawan penjajah hingga diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Baca Juga  Mahasiswa Teriakkan Keadilan Lingkungan di Istana, Dugaan Backing Politik Disorot

Asal-Usul dan Sejarah Awal
Perkiraan Waktu: Muncul sekitar tahun 1500 Masehi (abad ke-16), sebelum berdirinya Kesultanan Banten. Tokoh Pelopor pertama yang menyebarkan aliran ini adalah seorang kiai bernama Ki Agus Jo, atau Ki Beji.

Nama “Bandrong” terinspirasi berasal dari jenis ikan terbang (ikan bandrong/langsar) yang gesit dan cepat, mencerminkan gerakan silat yang cepat dan menyerang.


Peran dalam Sejarah Banten
Pertahanan dan Perjuangan Silat Bandrong menjadi garda terdepan masyarakat Banten dalam melawan penjajah dan mempertahankan wilayah, bahkan terlibat dalam peristiwa penting seperti Geger Cilegon 1888.

Baca Juga  Kisah Sukses: Madu Antar 3 Anak ke Kampus

Syiar Islam: Berkembang seiring dengan penyebaran agama Islam oleh para kiai dan pengasuh pesantren di Banten.
Tokoh Penting Lainnya
Ki Semar: Seorang senopati Kesultanan Banten yang memiliki peran penting dalam sejarah Bandrong, meskipun kisahnya berakhir tragis dalam pertarungan.

Ki Sarap (Ki Jagabaya): Mengembangkan dan meneruskan ilmu silat ini, diangkat menjadi senopati karena kehebatannya, dan berperan dalam mengamankan wilayah Banten dari bajak laut.

Ki Marip: Seorang guru besar Bandrong yang mengajar di daerah pesisir (Pulokali) sekitar tahun 1920-1940-an.
Perkembangan Modern
Identitas Banten: Silat Bandrong menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan sejarah Cilegon dan Banten, mencerminkan semangat pejuang.

Warisan Budaya: Diakui sebagai warisan budaya tak benda asli Banten, upaya pelestarian terus dilakukan untuk menghadapi arus globalisasi, secara keseluruhan, silat Bandrong adalah warisan budaya Banten yang kaya akan sejarah, mencerminkan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan identitas lokal yang kuat.

Baca Juga  Gandeng PGRI, Satlantas Brebes Sinergi Edukasi Siswa Tertib Berlalulintas

H. Retno Juarno salah satu tokoh Kabupaten Tangerang mengapresiasi atas pelantikan dan pengukuhan sahabat karibnya yaitu TB. H. Ali Jayadi menjadi Ketua DPD Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) Kabupaten Tangerang dan ucapkan selamat dan sukses

Ia menambahkan Pencak silat Bandrong adalah warisan dari para leluhur Banten yang patut kita lestarikan di wilayah Banten salah satunya di kabupaten Tangerang, ini wajib kita dukung, kita wong Banten begitu juga perlu dukungan dari instansi pemerintah “Aje Kendor”

 

(Ari)

Berita Terkait

Kementerian PU-Adhi Karya tangani 21 sungai pascabanjir di Sumbar
Perbaiki Sholat, Allah Perbaiki Hidupmu: Pesan Mendalam Isra Miraj di Masjid Al-Falaah Pondok Sawah Indah
Kualitas Buruk, Aspal Hotmix Jalan Bundaran Kutruk Sudah Rusak Berat Meski Belum Lama Diperbaiki
TIM RELAWAN H. WAWAN SUMARWAN SALURKAN BANTUAN DARURAT BAGI KORBAN BANJIR DI DESA MARGASARI
Respon Cepat, Kepala Desa Pasir Barat Mario Wahyudin Salurkan Bantuan Langsung kepada Warga Terdampak Banjir
Rayakan Milad Ibu Megawati Ke-79, H. Wawan Sumarwan Potong Tumpeng Bersama Warga Terdampak Banjir
Kepemimpinan perempuan : “Membuka Ruang, Menguatkan Perempuan dalam Kepemimpinan”
Kapolresta Tangerang Tinjau Lokasi Puting Beliung di Adiyasa Solear, Polisi Turun Tangan Bersihkan Sisa Material

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:36 WIB

Kementerian PU-Adhi Karya tangani 21 sungai pascabanjir di Sumbar

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:49 WIB

Perbaiki Sholat, Allah Perbaiki Hidupmu: Pesan Mendalam Isra Miraj di Masjid Al-Falaah Pondok Sawah Indah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:53 WIB

Kualitas Buruk, Aspal Hotmix Jalan Bundaran Kutruk Sudah Rusak Berat Meski Belum Lama Diperbaiki

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:15 WIB

TIM RELAWAN H. WAWAN SUMARWAN SALURKAN BANTUAN DARURAT BAGI KORBAN BANJIR DI DESA MARGASARI

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:13 WIB

Respon Cepat, Kepala Desa Pasir Barat Mario Wahyudin Salurkan Bantuan Langsung kepada Warga Terdampak Banjir

Berita Terbaru