Turun ke Lapangan, Menteri PKP Pastikan 5.000 Unit BSPS di Banten 2026 Tepat Sasaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Lensabumi.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) meninjau langsung lokasi calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)/bedah rumah di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (30/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program BSPS Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Banten berjalan tepat sasaran sekaligus mempercepat peningkatan kualitas rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Ara mengatakan, di Provinsi Banten pada tahun 2026 dialokasikan sebanyak 5000 rumah yang akan dibedah/direnovasi. “Naik dari tahun 2025 sebanyak 1.742 unit rumah yang dibedah di Banten,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP meninjau langsung kondisi rumah calon penerima bantuan di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa. Di lokasi tersebut terdapat 10 unit rumah yang akan diperbaiki melalui program BSPS. Kondisi rumah penerima bantuan masih memprihatinkan, mulai dari minimnya pencahayaan, berlantai tanah, hingga atap yang bocor.

Baca Juga  Kunjungi Nusakambangan, Titiek Soeharto Puji Lahan Produktif Binaan Pemasyarakatan

Selain itu, sebagian rumah tidak memiliki struktur rangka dan kolom yang memadai, serta berada di wilayah yang memiliki potensi risiko gempa sehingga membutuhkan penanganan segera demi keselamatan penghuni. Pemerintah menargetkan pelaksanaan perbaikan rumah melalui program BSPS ini dapat dimulai pada April 2026.

Menteri PKP juga menegaskan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program. Masyarakat penerima bantuan didorong untuk turut aktif mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Pemerintah menegaskan bahwa program BSPS harus bebas dari pungutan liar serta membuka ruang pelaporan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Kementerian PKP juga menekankan peran Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk bekerja secara profesional, berintegritas, serta berani menegakkan aturan demi memastikan kualitas pelaksanaan program.

“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan dilaksanakan dengan jujur, cepat, serta tepat sasaran. Program BSPS harus memberikan dampak nyata, tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Menteri PKP.

Baca Juga  Satlantas Polresta Tangerang Petakan Jalan Berlubang, Persiapan Jalur Mudik Lebaran 2026

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa program perumahan menjadi salah satu perhatian utama Presiden. Menurutnya, pembangunan rumah tidak hanya dilihat dari sisi kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Program BSPS diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh penerima bantuan.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi pemilihan toko terbuka sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengadaan material program BSPS. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat secara langsung memahami proses pemilihan penyedia bahan bangunan yang dilakukan secara terbuka, sederhana, dan akuntabel.

Pendekatan ini tidak hanya memastikan harga yang lebih kompetitif, tetapi juga mendorong penggunaan anggaran yang lebih efektif sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh penerima bantuan.

Baca Juga  Hari Lahir Pancasila di Brebes, Momentum Meneguhkan Pancasila sebagai Living Ideology

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pelaksanaan simulasi pemilihan toko terbuka menunjukkan proses yang selama ini identik dengan mekanisme lelang yang kompleks dapat disederhanakan tanpa mengurangi esensi dan akuntabilitasnya. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dalam memahami proses pengadaan material.

“Melalui simulasi pemilihan toko terbuka ini, kita bisa melihat bahwa proses yang selama ini dianggap rumit seperti lelang dapat dibuat lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Namun demikian, prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga dengan baik,” ujar Kepala BPS.

Program BSPS Tahun 2026 memberikan bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah untuk peningkatan kualitas rumah tidak layak huni. Melalui langkah ini, Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan hunian layak, aman, dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus mendorong pemberdayaan penerima bantuan agar dapat meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan di Provinsi Banten. (Gass)

Berita Terkait

Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan
RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK
Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari
Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:12 WIB

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:05 WIB

RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Berita Terbaru

Petugas kesehatan Lapas Brebes berkeliling ke kamar hunian untuk mengecek kondisi kesehatan warga binaan, Rabu (7/10). Foto: Istimewa/Lensabumi

Daerah

Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan

Kamis, 8 Okt 2026 - 07:54 WIB