Brebes, Lensabumi.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kepalangmerahan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 H. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan visi misi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Brebes, di Aula Kantor PMI Kabupaten Brebes, Rabu (15/4/2026).
Hadir mewakili Bupati Brebes, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty M Kes membacakan sambutan Bupati Brebes, menekankan pentingnya peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan masalah sosial dan kebencanaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen relawan. PMI adalah garda terdepan dalam misi kemanusiaan, sehingga koordinasi yang solid sangatlah diperlukan,” ujarnya.
Bupati Brebes menyampaikan, relawan PMI merupakan garda terdepan yang selalu hadir di tengah masyarakat, baik saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kemanusiaan, meningkatkan keterampilan, serta membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Oleh karena itu, pelatihan dan penguatan nilai-nilai kepalangmerahan menjadi krusial,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Bupati Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Harapannya, para relawan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan.
Selain penguatan internal, Bupati Brebes juga mengajak seluruh jajaran PMI Kabupaten Brebes untuk terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jadikan semangat kebersamaan ini sebagai kekuatan untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Brebes,” tutupnya.
Ketua PMI Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi Parwoko MKes menyampaikan, kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari perencanaan strategis tahun lalu guna memperdalam pemahaman seluruh jajaran mengenai nilai-nilai dan tata kerja PMI.
“Orientasi ini dirancang agar kita semakin memahami hal-hal terkait PMI, sehingga kemampuan kita dalam melayani masyarakat terus meningkat secara profesional,” ujarnya.
Gunadi melaporkan kegiatan selama bulan Syawal, PMI Brebes tercatat sangat aktif dalam pengamanan mudik Lebaran. PMI menyiagakan 3 Posko Utama 24 jam yang tersebar di jalur strategis, mulai dari Jalur Lingkar hingga wilayah Brebes Selatan.
“Layanan ini terbukti sangat membantu, tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga pemudik yang melintasi Kabupaten Brebes, terutama dalam penanganan kecelakaan lalu lintas dan kedaruratan medis lainnya,” jelasnya.
Meski operasional Lebaran berjalan lancar, Gunadi menyoroti sejumlah tantangan bencana yang terjadi di wilayah Brebes selama bulan Syawal, di antaranya tanah bergerak di dukuh Bojongsari, Desa Sridadi Kecamatan Sirampog. Dampak jebolnya/limpasan tanggul sungai (Kali) Babakan Ketanggungan yang merendam beberapa desa di wilayah barat.
“Alhamdulillah, rekan-rekan PMI di tingkat Kecamatan, mulai dari Ketanggungan, Tanjung, hingga Kersana, telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan secara luar biasa,” tambahnya.
Gunadi menekankan bahwa kerja-kerja di PMI bukan sekadar tugas teknis, melainkan panggilan jiwa yang didasari rasa kemanusiaan dan kecepatan bertindak.
“PMI adalah kegiatan kemanusiaan yang didasari oleh hati. Namun, kita juga harus berpikir cerdas bagaimana memberikan bantuan tersebut secepat mungkin kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.
Turut hadir sejumlah pejabat dari berbagai instansi pemerintah terkait, pengurus PMI tingkat kecamatan dan Kabupaten Brebes, dan para relawan PMI.






