Brebes, Lensabumi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes mengukur kompetensi jajaran pengamanan melalui Tes Pengukuran Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pegawai, Rabu, 23 September 2026. Pengukuran dilakukan secara digital menggunakan inovasi SIGAP KERJA LABRE atau Disiplin Terpantau, Kinerja Terukur.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB itu diikuti Regu Pengamanan Siang bersama staf.
Tes ditujukan untuk memetakan kemampuan petugas sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kapasitas jajaran pengamanan.
Kompetensi petugas menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Selain memahami prosedur, petugas dituntut memiliki disiplin, kewaspadaan, kemampuan mengambil keputusan, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Brebes, Mohammad Ziun Khabibulloh, mengatakan pengukuran kompetensi dilakukan sebagai penyegaran sekaligus evaluasi terhadap kesiapan petugas.
“Tes ini menjadi sarana untuk mengukur sekaligus menyegarkan kembali pemahaman jajaran pengamanan terhadap tugas yang mereka jalankan,” kata Ziun.
Menurut dia, tugas pengamanan membutuhkan petugas yang mampu menjaga kewaspadaan dan mengambil keputusan dalam berbagai kondisi. Karena itu, kompetensi perlu terus dievaluasi.
“Pengamanan membutuhkan petugas yang disiplin, waspada, dan selalu siap menghadapi situasi di lapangan. Karena itu, kompetensi harus terus diasah dan dievaluasi,” ujarnya.
Ziun mengatakan hasil tes dapat digunakan untuk melihat kemampuan yang telah berjalan baik dan aspek yang masih perlu diperkuat. Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengukuran, tetapi menjadi bagian dari perbaikan pelaksanaan tugas.
“Kami ingin setiap petugas memahami bahwa pengamanan bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi membutuhkan kemampuan dan tanggung jawab yang terus ditingkatkan,” kata dia.
Selain pengukuran kompetensi, kegiatan tersebut mencakup evaluasi kinerja pegawai. Evaluasi diarahkan untuk menghasilkan penilaian yang objektif dan terukur serta menjadi bahan monitoring dalam pengembangan kualitas kinerja jajaran.
Kepala Regu Pengamanan IV Lapas Kelas IIB Brebes, Wisnu Sri Pambudi, mengatakan tes tersebut membantu petugas mengetahui kembali kemampuan yang dimiliki.
“Bagi kami sebagai petugas pengamanan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengukur kembali sejauh mana kompetensi yang kami miliki,” ujar Wisnu.
Dia mengatakan evaluasi juga menjadi penyegaran bagi petugas agar terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi situasi di lapangan.
“Tidak hanya menjalankan tugas sebagai rutinitas, tetapi terus belajar dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan,” katanya.
SIGAP KERJA LABRE digunakan Lapas Brebes sebagai bagian dari digitalisasi pengelolaan kepegawaian. Platform tersebut dapat diakses melalui telepon seluler, komputer, maupun laptop.
Selain pengukuran kompetensi dan evaluasi kinerja, platform tersebut mengintegrasikan sejumlah layanan kepegawaian, seperti monitoring presensi, cuti, dinas luar, jurnal harian, dan layanan pendukung pengembangan kompetensi pegawai.
Penerapan sistem digital tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2026.
Lapas Brebes menyebut pengukuran kompetensi dan evaluasi kinerja diarahkan untuk membangun budaya kerja yang lebih terukur dan akuntabel.
Melalui evaluasi tersebut, Lapas Brebes mendorong peningkatan kapasitas jajaran pengamanan agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan aman dan tertib. Kesiapan petugas menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan.






