Pedagang Kecil di Sekitar SMKN 1 Pemalang: Antara Bertahan Hidup dan Kebijakan Sekolah

Minggu, 7 September 2025 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, Jawa Tengah – (6/9/2025)

Sudah lebih dari sepuluh tahun Bagiyo (52) menggantungkan hidupnya dari berjualan makanan ringan di depan SMKN 1 Pemalang. Setiap pagi, ia berangkat dari rumah membawa gerobak sederhana berisi gorengan, minuman kemasan, dan jajanan kesukaan anak sekolah. Namun, sejak awal September 2025, wajah Bagiyo tampak murung. Dagangannya yang dulu cepat habis, kini sering tersisa hingga sore.

“Biasanya jam istirahat sudah habis setengahnya. Sekarang, hampir tidak laku. Anak-anak sudah dilarang jajan di luar,” ujarnya lirih.

Kebijakan Baru, Nasib Lama yang Diguncang

Larangan siswa-siswi SMKN 1 Pemalang membeli jajanan di lingkungan sekolah menjadi pukulan telak bagi puluhan pedagang kecil. Kebijakan yang dikeluarkan langsung oleh Kepala Sekolah itu memang bertujuan mengurangi masalah sampah. Namun, dampaknya justru menggerus nafkah masyarakat yang sehari-hari mencari rezeki dari berjualan di sekitar sekolah.

Baca Juga  Abdullah Hasyim Pastikan 2.090 Jamaah Haji Kabupaten Tangerang Siap Berangkat, Kloter Pertama Terbang 26 April 2026

Bagi pedagang seperti Bagiyo dan puluhan rekannya, keputusan tersebut seakan menutup pintu harapan. Mereka tidak hanya kehilangan pelanggan tetap, tapi juga khawatir tidak mampu lagi menyekolahkan anak atau memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Anak saya masih kuliah di Semarang. Dari mana saya bisa kirim biaya kalau jualan tidak laku?,” ungkap Siti (45), penjual minuman es di depan Taman Patih Sampun, dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga  Kerusakan di SDN Sentul Jaya 1 Balaraja, Belum ada Kepastian Perbaikan dari Disdik Kabupaten Tangerang. 

Pertemuan yang Tak Membuahkan Hasil

Para pedagang sempat mendatangi pihak sekolah untuk meminta klarifikasi. Namun, pertemuan dengan Humas sekolah tidak menghasilkan solusi. Saat akhirnya dipanggil bertemu dengan Kepala Sekolah, Drs. Susilohadi, S.Pd., para pedagang pun pulang dengan kecewa.

Meski Susilohadi mengaku memahami keluhan pedagang, ia tetap bersikukuh mempertahankan larangan dengan alasan utama kebersihan lingkungan.

“Ini bukan soal tidak peduli, tapi kami harus menjaga ketertiban sekolah dan kebersihan sekitar,” ujar Susilohadi dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (3/9/2025).

Dilema yang Belum Usai

Di satu sisi, sekolah ingin menciptakan lingkungan yang sehat dan tertib. Namun di sisi lain, pedagang kecil yang puluhan tahun berjualan di sana merasa terpinggirkan. Bagi mereka, kebijakan ini bukan sekadar aturan, melainkan soal keberlangsungan hidup.

Baca Juga  BAZNAS Kabupaten Tangerang Dampingi Bupati Jumling di Masjid At-Taqwa Cisoka dan Serap Aspirasi Warga

“Kami tidak minta banyak, hanya diberi kesempatan mencari nafkah. Kalau soal sampah, mari kita atur bersama, ada solusi yang tidak merugikan,” kata salah satu pedagang.

Kini, para pedagang hanya bisa berharap ada jalan tengah yang adil. Karena bagi mereka, berjualan bukan hanya pekerjaan, tetapi satu-satunya cara untuk bertahan hidup.


Penulis: Susmono (Ramsus)

Berita Terkait

Lapas Brebes, Musholla Darul Amanah, dan Pelajaran tentang Kebaikan
Lapas Brebes Gandeng LDNU untuk Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi
Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan
Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Karya Warga Binaan Lapas Brebes Dilirik Pengunjung, dari Gantungan Kunci hingga Rak Pot

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Lapas Brebes, Musholla Darul Amanah, dan Pelajaran tentang Kebaikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Lapas Brebes Gandeng LDNU untuk Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari

Berita Terbaru

Berita

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB

Berita

DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:16 WIB