Sanggar Putro Satrio Pambuko Jagad Hidupkan Malam Kliwon dengan Pagelaran Wayang Kulit “Tumuruning Wedho Jitabsoro”

Kamis, 9 Oktober 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang – Lensabumi.com
Suasana malam Jumat Kliwon di Kutabumi, Pasar Kemis, Tangerang, terasa berbeda. Denting gamelan berpadu dengan tembang sinden menggema di udara, mengiringi alunan kisah wayang kulit yang penuh makna. Di halaman Sanggar Putro Satrio Pambuko Jagad, masyarakat tumpah ruah menyaksikan pagelaran budaya yang telah menjadi bagian dari napas kehidupan mereka.

Pada Kamis malam (9/10/2025), Sanggar Putro Satrio Pambuko Jagad kembali menggelar wayangan dalam rangka peringatan wiyosan (hari kelahiran). Lakon yang diangkat kali ini, “Tumuruning Wedho Jitabsoro”, dibawakan oleh Ki Dalang Karsono Kokrosono, menghadirkan cerita yang sarat nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan filosofi kehidupan Jawa.

Baca Juga  Gianni Infantino Sampaikan Selamat Kepada Erick Thohir Usai Dilantik Menpora

Alunan karawitan mengiringi setiap adegan, menciptakan harmoni antara kesakralan dan kemeriahan. Penonton dari berbagai kalangan tampak larut dalam kisah dan irama, menikmati setiap simbol dan pesan moral yang tersirat di balik tokoh-tokoh pewayangan.

Menurut Mbah Ronggo Warsito, sesepuh Sanggar Putro Satrio Pambuko Jagad, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk pengabdian untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia.

“Kami ingin menjaga warisan leluhur agar tidak punah, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga melalui budaya,” ujarnya.

Sanggar Putro Satrio Pambuko Jagad selama ini dikenal sebagai salah satu komunitas seni yang konsisten menghidupkan tradisi wayang kulit di wilayah Tangerang. Melalui berbagai kegiatan budaya, sanggar ini berkomitmen menanamkan kecintaan terhadap kesenian tradisional di kalangan generasi muda.

Baca Juga  FIFA Denda Malaysia Rp6,4 miliar Atas Pemalsuan Dokumen Naturalisasi

Pagelaran malam itu menjadi bukti nyata bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, wayang kulit masih hidup — bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan.

“Dengan semangat gotong royong dan cinta budaya, kami berharap tradisi ini terus lestari dan dicintai masyarakat,” pungkas Mbah Ronggo.

Berita Terkait

Polsek Tigaraksa Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolri dalam Rangka Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026
China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel
Mendagri-Mensos salurkan bansos Rp878 miliar ke daerah bencana
Peduli Sesama, KWRI Kabupaten Tangerang Bagi-bagi Takjil di Solear ‎
Terungkap Kronologis dan Dugaan Motif Pembunuhan Suami di Tigaraksa
Minggu Ketiga, SMSI Tangsel Bagikan Seratus Paket Takjil Untuk Ojol dan Pengguna Jalan Depan Balaikota Tangsel
Bidkum Polda Banten Sosialisasikan Pemberlakuan KUHP Nasional
Pemkab Tangerang Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Amjad

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:07 WIB

Polsek Tigaraksa Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolri dalam Rangka Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:01 WIB

China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:58 WIB

Mendagri-Mensos salurkan bansos Rp878 miliar ke daerah bencana

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:31 WIB

Peduli Sesama, KWRI Kabupaten Tangerang Bagi-bagi Takjil di Solear ‎

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:14 WIB

Minggu Ketiga, SMSI Tangsel Bagikan Seratus Paket Takjil Untuk Ojol dan Pengguna Jalan Depan Balaikota Tangsel

Berita Terbaru