Ini Penyebab Mengapa Gen Z Disebut Sebagai Generasi Jompo

Selasa, 25 November 2025 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Ada yang memplesetkan kalimat Gen Z menjadi generasi Jompo atau tepatnya jompo.

Mengapa demikian? Karena banyak kasus Generasi Z mengalami masalah seperti yang dialami orang-orang sudah sepuh.

Di usia muda beli dengan masa depan yang panjang, para Gen Z yang masuk dalam golongan generasi jompo sudah merasakan sakit seperti yang dialami para tua jompo.

Mulai dari encok, reumatik, masalah tulang, mudah lelah, bisa juga insomnia, bahkan ada yang stroke.

Banyak penyebab sehingga Gen Z menjadi jompo dalam usianya yang masih muda.

Bisa karena kebanyakan rebahan sambil main game yang dilakukan terus menerus.

Ada juga yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga waktunya habis di kursi dan tidak memiliki waktu untuk berolahraga.

Celakanya lagi, kebiasaan itu ditambah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

Baca Juga  Israel larang Shalat Idul Fitri di Al-Aqsa, warga Palestina protes

“Bayangkan banyak Gen Z yang sibuk dengan aktivitas kerjanya, cuma duduk menghadap komputer sambil makan junkfood atau minuman tidak sehat,” ungkap dr Inggrid Tania dalam Forum Group Discussion II pada Kamis (20/11/2025).

Akibatnya, lanjut dr Inggrid, para kaum muda penerus generasi Gen Milenial di atasnya itu sudah menjadi jompo sebelum waktunya.

“Sangat disayangkan perjalanan hidup mereka masih jauh, tapi sudah mengalami tua sebelum waktunya,” tambahnya.

Nah, apa yang perlu dilakukan sebelum para kaum muda itu atau Gen Z itu menjadi jompo sebelum waktunya?

dr Inggrid memberikan solusi agar mereka sudah memulai untuk mengkonsumsi makanan atau minuman sehat

“Saya punya anak dari kecil sudah dibiasakan untuk minum-minuman sehat dengan bahan-bahan rempah, seperti kunyit, temulawak, jahe dan sebagainya,” tutur dr Inggrid.

Baca Juga  Mengenal Jenis-Jenis Plastik yang Diklaim Ramah Lingkungan

Ternyata, rempah-rempah khas nusantara yang dibuat sebagai jamu dan dikemas semenarik mungkin membuat anak suka dan terbiasa minum-minuman sehat.

“Generasi muda sekarang kan beranggapan kalau minum jamu itu dianggap kuno. Ah itu minuman jaman dulu, jaman nenek atau kakek kita gitu lho,” terangnya.

Namun demikian, lanjut dr Inggrid, minuman kesehatan warisan turun temurun dari nenek moyang kita itu bisa menarik minat kaum muda untuk menikmatinya.

Dikatakan dr Inggrid, harus dikemas kekinian, artinya minuman jamu dibuat lebih moderen.

Bisa juga dalam kemasan, baik gelas atau botol ditambahkan dengan nama minuman yang menarik.

“Misalnya nama minumannya lebih lebih sofiesticated atau lebih eye catching atau lebih kece,” tambahnya.

Dia pun memberikan contoh kalau kita sebut jamu bunga telang, pasti lebih banyak anak muda yang nggak mau nyobain.

Baca Juga  Bupati Tangerang Dorong FKDT Terus Perkuat Komitmen Cetak Generasi Religius dan Berakhlak Mulia

“Tapi, misalnya, begitu diganti purple passion itu ternyata mereka kepo. Setelah kepo dan nyobain. Ternyata enak. Jamunya tidak pahit, ditambah dengan rasanya yang segar. Nah dari situ mereka ternyata merasakan tuh manfaatnya,” papar dr Inggrid.

Dengan minuman jamu yang dikemas lebih moderen, para gen Z akan merasakan manfaatnya.

“Yang tadinya loyo, pegal-pegal mulu. Akhirnya pegelnya hilang. Tidurnya pun jadi lebih enak. Yang tadinya susah tidur atau mengalami insomnia, jadi mudah tidur,” jelasnya.

Nah, sambung dr Inggrid, dari situ
akhirnya mereka mengenalkannya dengan cara-cara yang sesuai dengan referensi dan selera mereka.

“Ketika mereka sudah mencoba akhirnya mereka seperti ketagihan. Bahkan mereka bisa menjadi penganjur yang mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan minum jamu yang sudah dikemas moderen,” tandasnya.

Berita Terkait

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Konsolidasi PPIR Brebes, Kesbangpol Dorong Sinergi Kawal Program Program Presiden dan Bupati
Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIB

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026

Senin, 7 September 2026 - 08:20 WIB

Konsolidasi PPIR Brebes, Kesbangpol Dorong Sinergi Kawal Program Program Presiden dan Bupati

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru