Mengenal Jenis-Jenis Plastik yang Diklaim Ramah Lingkungan

Senin, 8 September 2025 - 03:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Di tengah isu krisis sampah plastik yang kian masif, inovasi di bidang material terus bermunculan, salah satunya adalah plastik yang dapat terurai. Namun, tidak semua produk yang berlabel “ramah lingkungan” memiliki kemampuan yang sama dalam kembali ke alam. Memahami jenis-jenisnya menjadi langkah awal untuk mengelola sampah dengan lebih bijak.

Bioplastik, Plastik Asal Bahan Organik

Jenis ini merupakan solusi yang paling menjanjikan. Bioplastik dibuat dari bahan-bahan terbarukan seperti pati jagung, tebu, minyak nabati, atau ganggang. Karena berasal dari alam, plastik ini dapat kembali ke alam jika dibuang dengan benar.

  • PLA (Polylactic Acid): Terbuat dari pati jagung atau tebu. PLA sering digunakan untuk kemasan makanan dan botol. Meski dapat terurai, PLA membutuhkan fasilitas pengomposan industri dengan kondisi suhu dan kelembapan yang spesifik agar bisa hancur sepenuhnya, bukan hanya dibiarkan di tempat pembuangan sampah biasa.
  • PHA (Polyhydroxyalkanoates): Dibuat oleh mikroorganisme. PHA dinilai sebagai bioplastik yang sangat baik karena dapat terurai di berbagai lingkungan, termasuk tanah dan air.
Baca Juga  DPC GMNI Kabupaten Tangerang Desak Kapolresta Lakukan Tes Urine Menyeluruh bagi Anggota Kepolisian

Plastik Oxo-Degradable, Solusi yang Menyesatkan?

Berbeda dengan bioplastik, plastik jenis ini dibuat dari bahan dasar minyak bumi yang sama dengan plastik konvensional, namun ditambahkan aditif khusus. Aditif ini mempercepat proses pemecahan plastik menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil.

Meski terlihat hancur, plastik oxo-degradable tidak benar-benar terurai secara biologis. Sebaliknya, ia hanya pecah menjadi mikroplastik yang tidak kasat mata dan justru lebih berbahaya karena mencemari tanah, laut, serta masuk ke dalam rantai makanan. Oleh karena itu, plastik jenis ini mulai dilarang di berbagai negara karena dianggap sebagai solusi yang menyesatkan.

Baca Juga  Keamanan Prioritas Utama, Satpam BRI KC Cilegon Siaga 24 Jam Kawal Transaksi Nasabah di Gerai ATM

Pentingnya Memahami Perbedaan: Biodegradable vs. Compostable

Sering kali kedua istilah ini dianggap sama, padahal maknanya berbeda.

  • Biodegradable (Dapat Terurai Hayati): Bahan dapat terurai oleh mikroorganisme, namun tidak ada jaminan waktu dan kondisi yang spesifik. Prosesnya bisa memakan waktu puluhan tahun.
  • Compostable (Dapat Dikomposkan): Bahan dapat terurai sepenuhnya menjadi kompos dalam waktu dan kondisi tertentu (misalnya, dalam 3 bulan di fasilitas komersial), tanpa meninggalkan residu beracun. Ini adalah standar yang jauh lebih ketat.
Baca Juga  Lolos ke Piala Dunia 2026, Norwegia Akhiri Penantian 28 Tahun

Inovasi dalam dunia plastik terus berkembang. Namun, penting bagi konsumen untuk cerdas dalam memilih dan membuang sampah. Memahami jenis plastik adalah langkah pertama menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Berita Terkait

Diduga Lahan Fasum Disalahgunakan Jadi Tempat Pemilahan Sampah Ilegal 
Dua Pekerja Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap di Karanggayam, Satu Meninggal
Kecelakaan Truk dan Sepeda Motor di Mrebet, Satu Korban Alami Luka Serius
Barisan Akar Rumput Teriak Perubahan, Muscab PKB Diwarnain Kericuhan.
Penyaluran aneka bansos untuk bencana Sumatera capai Rp483 miliar
Jalankan Instruksi Bupati, Kecamatan Solear Gelar Aksi Bersih-Bersih Gerakan Indonesia Asri
Babinsa dan Warga Kompak Karbak Bersihkan Sampah
Perayaan HUT Ke-18 Bawaslu Banten Perkuat Sinergi dan Integritas Mengukuhkan Demokrasi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:00 WIB

Diduga Lahan Fasum Disalahgunakan Jadi Tempat Pemilahan Sampah Ilegal 

Jumat, 10 April 2026 - 16:59 WIB

Dua Pekerja Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap di Karanggayam, Satu Meninggal

Jumat, 10 April 2026 - 16:50 WIB

Kecelakaan Truk dan Sepeda Motor di Mrebet, Satu Korban Alami Luka Serius

Jumat, 10 April 2026 - 16:10 WIB

Barisan Akar Rumput Teriak Perubahan, Muscab PKB Diwarnain Kericuhan.

Jumat, 10 April 2026 - 14:53 WIB

Penyaluran aneka bansos untuk bencana Sumatera capai Rp483 miliar

Berita Terbaru