Epson dan IDC Soroti Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Tekstil Asia Tenggara

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Epson, pemimpin global dalam teknologi pencetakan profesional, hari ini merilis whitepaper terbaru hasil kolaborasi dengan International Data Corporation (IDC) berjudul Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth.

Berdasarkan survei regional terhadap pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand, laporan ini menegaskan peran penting teknologi digital dye-sublimation dalam mentransformasi industri cetak tekstil Asia Tenggara.

Seiring meningkatnya ekspektasi pelanggan, tekanan ekonomi, dan tuntutan keberlanjutan, pelaku industri kini semakin beralih ke solusi digital canggih untuk mempertahankan daya saing.

Permintaan terhadap produk tekstil yang dapat dikustomisasi dan ramah lingkungan mendorong peningkatan signifikan pengiriman printer digital dye-sublimation di Asia Pasifik — dari kurang dari 1.500 unit pada 2017 menjadi lebih dari 3.000 unit yang diproyeksikan pada akhir 2025 menurut IDC.

Baca Juga  Harga Emas Dan Perak Diproyeksikan Terus Menguat Pada 2026

“Sebanyak 44% responden menyebut efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kustomisasi sebagai alasan utama mengadopsi teknologi ini,” sebut laporan tersebut. Digital dye-sublimation mampu menghasilkan warna cerah dengan berbagai desain, bahkan untuk produksi satuan.

Laporan juga menunjukkan perusahaan yang berinvestasi pada digital dye-sublimation mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibanding metode sablon konvensional. Dalam 24 bulan, rata-rata pertumbuhan mencapai 8,4%, dibanding sedikit di atas 1% pada metode tradisional.

Teknologi ini memungkinkan produksi skala kecil dan sesuai permintaan (on-demand), termasuk pencetakan label, tag, dan gulungan kain. Fleksibilitasnya membuat 60% penyedia layanan cetak berhasil memperluas segmen pelanggan ke penyelenggara acara, pemilik merek, hingga desainer kain.

Baca Juga  BRI Kanca Tangerang Merdeka Lakukan Kunjungan Rutin ke Agen BRILink “Toko Ubed”

Meningkatnya aktivitas luar ruang seperti maraton dan hiking di Asia Tenggara turut mendorong permintaan apparel kustom. Sebanyak 81% penyedia layanan cetak melayani pasar apparel dan sportswear berbahan polyester, ideal untuk teknologi dye-sublimation. Peluang juga muncul di segmen homeware (36%) dan footwear (33%).

Lebih dari separuh responden (52%) melaporkan peningkatan pengalaman pelanggan berkat waktu produksi lebih cepat dan kemampuan desain kustom kompleks, yang sulit dicapai metode sablon tradisional.

Dalam laporan ini, Epson menyoroti peran digital dye-sublimation dalam strategi keberlanjutan industri. Tujuh dari sepuluh penyedia layanan cetak menyatakan keberlanjutan sebagai prioritas bisnis, meningkat menjadi 88% pada perusahaan yang sepenuhnya menggunakan teknologi digital dye-sublimation.

Meski demikian, hanya sepertiga yang percaya pelanggan memiliki kepedulian yang sama, menunjukkan perlunya edukasi lebih kuat antara penyedia teknologi, asosiasi industri, dan pelanggan.

Baca Juga  Perekonomian bukan Hanya di Pasar Modal Oleh: Defiyan Cori

Selain mendorong pertumbuhan (49%) dan mengurangi dampak lingkungan (24%), teknologi ini meningkatkan keselamatan kerja. Dibandingkan sablon tradisional, digital dye-sublimation mengurangi kontak langsung dengan tinta kimia dan paparan emisi berbahaya, sehingga 33% pengguna melaporkan peningkatan keselamatan kerja.

“Digital dye-sublimation tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi konsumsi energi, membatasi paparan bahan kimia, mengurangi limbah, dan membuka peluang pasar bernilai tinggi,” ujar Lina Mariani, Head of Vertical Business Epson Indonesia.

Ia menambahkan, “Melalui kemitraan dan integrasi teknologi hemat energi, kami ingin memberdayakan industri cetak Asia Tenggara agar lebih kompetitif sekaligus berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.”

Berita Terkait

Harga Daging Sapi Rp137.867/kg, Telur Rp30.725/kg Di Hari Ke-7 Puasa
Purbaya Pastikan Suami DS Awardee LPDP Akan Kembalikan Dana Beasiswa
Harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati sempat melonjak jelang Ramadhan
Epson 2026: Hijau dan B2B Jadi Fokus
Jelang Imlek, harga daging sapi stabil di Jakarta Selatan
Perekonomian bukan Hanya di Pasar Modal Oleh: Defiyan Cori
Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit Di Pasar Jatinegara Mulai Naik
Epson Lifestudio Menyasar Gaya Hidup Hybrid dan Digital Nomad

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:28 WIB

Epson dan IDC Soroti Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Tekstil Asia Tenggara

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:01 WIB

Harga Daging Sapi Rp137.867/kg, Telur Rp30.725/kg Di Hari Ke-7 Puasa

Senin, 23 Februari 2026 - 14:20 WIB

Purbaya Pastikan Suami DS Awardee LPDP Akan Kembalikan Dana Beasiswa

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:19 WIB

Harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati sempat melonjak jelang Ramadhan

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:49 WIB

Epson 2026: Hijau dan B2B Jadi Fokus

Berita Terbaru