Kab. Tangerang, Lensabumi.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang kini tengah menjadi sorotan publik. Di tengah aksi masif penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang diklaim demi keindahan kota, kinerja internal korps penegak Perda ini justru mendapat raport merah langsung dari pucuk pimpinan daerah. Senin 30/03/26
Bupati Tangerang memberikan teguran keras kepada jajaran Satpol PP dalam sebuah agenda apel pagi terbaru. Orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut menyayangkan sikap tidak konsisten personel dalam menjalankan kewajiban disiplin dasar, yakni kehadiran apel pagi, yang dinilai kontras dengan semangat mereka saat “beraksi” di lapangan.
Banyak warga mengkritik, “Beraninya Cuma Sama Pedagang Kecil”. Kritik tajam pun berdatangan dari masyarakat, terutama para pedagang yang merasa menjadi sasaran empuk operasional Satpol PP.
Dalam beberapa pekan terakhir, Satpol PP Kabupaten Tangerang gencar melakukan sterilisasi di sejumlah titik, termasuk penertiban puluhan pedagang asongan dikawasan Puspemkab Tangerang.
”Kalau mengusir kami yang cuma cari makan sehari-hari, mereka sangat galak dan disiplin datang pagi-pagi. Tapi ternyata buat apel pagi saja tidak konsisten sampai ditegur Bupati. Harusnya tertibkan dulu orang dalamnya sebelum tertibkan rakyat,” ujar salah satu pedagang di kawasan Pemda Tigaraksa.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menekankan bahwa Disiplin adalah harga mati, Satpol PP sebagai wajah penegak aturan harus menjadi contoh bagi ASN lainnya. Ketidakkonsistenan dalam apel pagi dianggap mencerminkan lemahnya integritas dan koordinasi internal.
Ia mengingatkan agar seluruh pegawai, terutama yang memiliki fungsi pengamanan dan penertiban, tidak hanya peka terhadap pelanggaran di luar, tetapi juga disiplin terhadap aturan jam kerja dan kewajiban protokoler. (Gass)







