Soal Viral Penyiraman Air, Polsek Pasar Kemis Klarifikasi Terduga Penyiram

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat Polsek Pasar Kemis melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap terduga penyiram air ke jalan di Jalan Pepaya II, Pondok Makmur, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, yakni A dan istrinya YS.

“Keduanya dimintai klarifikasi mengenai peristiwa tersebut sekaligus terkait laporan dugaan kekerasan yang disebut dialami oleh A,” kata Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, Rabu (3/6/2026).

Humaedi menjelaskan, berdasarkan keterangan keduanya, peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar jam setengah 11 malam. Saat itu, A bersama istri sedang tidak berada di rumah.

Baca Juga  Bupati Tangerang Terima Kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri Lemhannas RI

Namun saat mengecek CCTV melalui ponsel, nampak beberapa orang berada di pos RT yang lokasinya tidak jauh dari rumah A. Tak lama, A dan istri pulang.

Setibanya di rumah, saat A hendak membuka pagar, beberapa orang menghampiri A lalu mengajak A ke Pos RT. Namun A menolak ikut karena saat itu tidak ada perangkat lingkungan.

“Berdasarkan pengakuan A, beberapa orang tersebut menarik leher A lalu membawa ke Pos RT,” ujar Humaedi.

Masih berdasarkan keterangan A, di Pos RT, A mengaku dicecar pertanyaan dan diminta mengaku telah menyuruh istrinya menyiramkan air ke jalan. Namun A menolak mengaku karena tidak merasa melakukan hal tersebut.

Baca Juga  BRI BO Ciputat Lakukan Akuisisi Giro Meta Court Padel

“Menurut A, situasi lalu memanas terjadilah cekcok mulut,” kata Humaedi.

A kemudian berinisiatif hendak merekam peristiwa tersebut. Namun salah seorang warga meminta agar peristiwa itu tidak direkam. Menurut A, permintaan itu dibarengi dengan pukulan ke A yang mengenai pelipis bawah mata sebelah kiri dan ponsel A pun terjatuh.

“Atas peristiwa tersebut, A melapor ke Polsek Pasar Kemis,” ujar Humaedi.

Baca Juga  Industri Pelumas Bakal Terdampak Akibat Perang AS, Israel dan Iran

Humaedi menerangkan, peristiwa penyiraman itu sudah beberapa kali dimusyawarahkan. Namun, sejak A melaporkan dugaan kekerasan yang diklaim dialaminya, video penyiraman itu beredar di media sosial.

Berdasarkan pengakuan A dan istri, air yang disiramkan ke jalan adalah air sabun bekas membersihkan lantai rumah. Adapun alasan air tersebut disiramkan ke jalan, menurut A kepada polisi, adalah agar dapat mengurangi debu.

“Dalam peristiwa ini, kamimasih melakukan proses penyelidikan guna peroses lebih lanjut,” pungkas Humaedi.

Berita Terkait

Gandeng Pemkab, Lapas Brebes Perkuat Program Pembinaan dan Reintegrasi Warga Binaan
Bubarkan Balap Liar Tiga Sepeda Motor Diamankan
Warkop SATOE BOEMI Resmi Buka di Food Court Taman Rasa Paramount Petals Curug Tangerang
IWAPI Banten untuk Pemberdayaan Perempuan
Optimalisasi ZIS, Perkuat Kepedulian untuk Brebes Lebih Sejahtera
Kantor BGN digeledah, Tamu Dilarang Masuk Sementara
Dadan Hindayana Kepala BGN Dijemput Kejagung
Lapas Brebes Perkuat Sinergi dengan Puskesmas untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga Binaan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:58 WIB

Gandeng Pemkab, Lapas Brebes Perkuat Program Pembinaan dan Reintegrasi Warga Binaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:37 WIB

Soal Viral Penyiraman Air, Polsek Pasar Kemis Klarifikasi Terduga Penyiram

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:57 WIB

Bubarkan Balap Liar Tiga Sepeda Motor Diamankan

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:44 WIB

Warkop SATOE BOEMI Resmi Buka di Food Court Taman Rasa Paramount Petals Curug Tangerang

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:13 WIB

IWAPI Banten untuk Pemberdayaan Perempuan

Berita Terbaru

Berita

Bubarkan Balap Liar Tiga Sepeda Motor Diamankan

Kamis, 4 Jun 2026 - 08:57 WIB

Berita

IWAPI Banten untuk Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:13 WIB