TANGERANG – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang melontarkan kritik tajam terhadap sikap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Tangerang. 04/02/26.
Pihak organisasi pers ini menilai Kakan Kemenag seolah menutup diri atau “alergi” untuk menerima permohonan audiensi guna menjalin silaturahmi dan sinergi pemberitaan.
Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Hariyanto mengungkapkan kekecewaannya lantaran upaya komunikasi yang dilayangkan pihaknya belum membuahkan hasil.
Sebelumnya DPC KWRI Kabupaten Tangerang telah melayangkan surat audiensi resmi, namun sangat disayangkan pihak Kemenag malah menyuruh staff untuk menemui kami. Padahal, kata Heri, audiensi tersebut bertujuan untuk memperkuat keterbukaan informasi publik di lingkungan Kemenag.
”Kami sangat menyayangkan jika seorang pejabat publik terkesan enggan bertemu dengan awak media. Padahal, sinergi antara instansi vertikal seperti Kemenag dengan organisasi profesi wartawan sangat penting demi transparansi program keagamaan di Kabupaten Tangerang,” ujar Ketua KWRI.
Menurutnya, lanjut Heri, sikap tertutup ini memicu tanda tanya besar di kalangan insan pers. Sebagai mitra strategis pemerintah, KWRI berharap Kakan Kemenag dapat lebih kooperatif dan tidak membatasi ruang komunikasi bagi jurnalis yang ingin melakukan fungsi kontrol sosial maupun edukasi masyarakat.
”Wartawan bukan musuh, melainkan penyambung lidah informasi. Jika audiensi saja sulit, bagaimana kita bisa menyosialisasikan program-program Kemenag kepada masyarakat secara luas?” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum terlaksananya audiensi dengan pengurus KWRI tersebut. (Bagas)








