Ini Penyebab Mengapa Gen Z Disebut Sebagai Generasi Jompo

Selasa, 25 November 2025 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Ada yang memplesetkan kalimat Gen Z menjadi generasi Jompo atau tepatnya jompo.

Mengapa demikian? Karena banyak kasus Generasi Z mengalami masalah seperti yang dialami orang-orang sudah sepuh.

Di usia muda beli dengan masa depan yang panjang, para Gen Z yang masuk dalam golongan generasi jompo sudah merasakan sakit seperti yang dialami para tua jompo.

Mulai dari encok, reumatik, masalah tulang, mudah lelah, bisa juga insomnia, bahkan ada yang stroke.

Banyak penyebab sehingga Gen Z menjadi jompo dalam usianya yang masih muda.

Bisa karena kebanyakan rebahan sambil main game yang dilakukan terus menerus.

Ada juga yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga waktunya habis di kursi dan tidak memiliki waktu untuk berolahraga.

Celakanya lagi, kebiasaan itu ditambah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

Baca Juga  Enzo Maresca Sebut Kartu Merah Roberto Sanchez Sulitkan Chelsea

“Bayangkan banyak Gen Z yang sibuk dengan aktivitas kerjanya, cuma duduk menghadap komputer sambil makan junkfood atau minuman tidak sehat,” ungkap dr Inggrid Tania dalam Forum Group Discussion II pada Kamis (20/11/2025).

Akibatnya, lanjut dr Inggrid, para kaum muda penerus generasi Gen Milenial di atasnya itu sudah menjadi jompo sebelum waktunya.

“Sangat disayangkan perjalanan hidup mereka masih jauh, tapi sudah mengalami tua sebelum waktunya,” tambahnya.

Nah, apa yang perlu dilakukan sebelum para kaum muda itu atau Gen Z itu menjadi jompo sebelum waktunya?

dr Inggrid memberikan solusi agar mereka sudah memulai untuk mengkonsumsi makanan atau minuman sehat

“Saya punya anak dari kecil sudah dibiasakan untuk minum-minuman sehat dengan bahan-bahan rempah, seperti kunyit, temulawak, jahe dan sebagainya,” tutur dr Inggrid.

Baca Juga  194 Rumah Dan Lapak Di Gusur, Wakil Warga Dari 4 Desa Terdampak Gerudug Kantor BBWSC3

Ternyata, rempah-rempah khas nusantara yang dibuat sebagai jamu dan dikemas semenarik mungkin membuat anak suka dan terbiasa minum-minuman sehat.

“Generasi muda sekarang kan beranggapan kalau minum jamu itu dianggap kuno. Ah itu minuman jaman dulu, jaman nenek atau kakek kita gitu lho,” terangnya.

Namun demikian, lanjut dr Inggrid, minuman kesehatan warisan turun temurun dari nenek moyang kita itu bisa menarik minat kaum muda untuk menikmatinya.

Dikatakan dr Inggrid, harus dikemas kekinian, artinya minuman jamu dibuat lebih moderen.

Bisa juga dalam kemasan, baik gelas atau botol ditambahkan dengan nama minuman yang menarik.

“Misalnya nama minumannya lebih lebih sofiesticated atau lebih eye catching atau lebih kece,” tambahnya.

Dia pun memberikan contoh kalau kita sebut jamu bunga telang, pasti lebih banyak anak muda yang nggak mau nyobain.

Baca Juga  BRI BO Serang Gelar Sosialisasi Brigif 87 TNI AD, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

“Tapi, misalnya, begitu diganti purple passion itu ternyata mereka kepo. Setelah kepo dan nyobain. Ternyata enak. Jamunya tidak pahit, ditambah dengan rasanya yang segar. Nah dari situ mereka ternyata merasakan tuh manfaatnya,” papar dr Inggrid.

Dengan minuman jamu yang dikemas lebih moderen, para gen Z akan merasakan manfaatnya.

“Yang tadinya loyo, pegal-pegal mulu. Akhirnya pegelnya hilang. Tidurnya pun jadi lebih enak. Yang tadinya susah tidur atau mengalami insomnia, jadi mudah tidur,” jelasnya.

Nah, sambung dr Inggrid, dari situ
akhirnya mereka mengenalkannya dengan cara-cara yang sesuai dengan referensi dan selera mereka.

“Ketika mereka sudah mencoba akhirnya mereka seperti ketagihan. Bahkan mereka bisa menjadi penganjur yang mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan minum jamu yang sudah dikemas moderen,” tandasnya.

Berita Terkait

Lapas Brebes Gelar Program Brambang, Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga
BAZNAS Kabupaten Tangerang Bersama PT Paragon Salurkan Zakat Maal 250 Juta ‎
Kapolresta Tangerang Buka Puasa Bersama Tahanan, Momentum Introspeksi di Bulan Ramadan
G7 bahas stabilisasi pasar minyak global akibat konflik Iran
Antisipasi Pungli Calo Tenaga Kerja, PT. Lung Cheong Harapkan Masyarakat Segera Melapor
Polsek Warunggunung Klarifikasi Penanganan Dugaan Peredaran Rokok Ilegal, Kasus Dilimpahkan ke Bea Cukai
AHY: 93,5 persen jalan nasional siap layani mudik 2026
Situasi Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Merak Terpantau Lancar

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:45 WIB

Lapas Brebes Gelar Program Brambang, Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:09 WIB

BAZNAS Kabupaten Tangerang Bersama PT Paragon Salurkan Zakat Maal 250 Juta ‎

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:32 WIB

Kapolresta Tangerang Buka Puasa Bersama Tahanan, Momentum Introspeksi di Bulan Ramadan

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:10 WIB

G7 bahas stabilisasi pasar minyak global akibat konflik Iran

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:20 WIB

Antisipasi Pungli Calo Tenaga Kerja, PT. Lung Cheong Harapkan Masyarakat Segera Melapor

Berita Terbaru