Lapas Brebes Gandeng Puskesmas Lakukan Deteksi Dini HIV/AIDS dan IMS

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas puskesmas Brebes melaksanakan  melaksanakan kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile dan pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) kepada Warga binaan Lapas Brebes, Foto: ist

Petugas puskesmas Brebes melaksanakan melaksanakan kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile dan pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) kepada Warga binaan Lapas Brebes, Foto: ist

Brebes, Lensabumi.com – Komitmen memberikan pelayanan yang berkualitas kepada Warga Binaan terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes. Sebagai bentuk nyata pemenuhan hak atas kesehatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes melaksanakan kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile dan pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (17/06), bertempat di Klinik Lapas Brebes.

Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari kerja sama layanan kesehatan antara Lapas Kelas IIB Brebes dengan UOBF Puskesmas Brebes. Tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan rutin, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak, setara, dan berkelanjutan.

Sebanyak 25 Warga Binaan mengikuti pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Petugas Klinik Lapas Brebes bersama Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT) UOBF Puskesmas Brebes. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan aspek kerahasiaan, ketelitian, dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Baca Juga  Cahaya Keberkahan Ramadan: Himpaudi Kecamatan Cisoka Santuni 50 Anak Yatim Serta Paket Sembako dan Berbagi Takjil

Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Mudo Mulyanto menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan di dalam Lapas. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menjamin hak-hak dasar Warga Binaan, termasuk hak memperoleh layanan kesehatan yang optimal.

“Pelayanan kesehatan yang kami berikan bukan hanya untuk mengobati, tetapi juga untuk mencegah. Melalui deteksi dini HIV-AIDS dan IMS, kami ingin memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan terpantau dengan baik sehingga risiko penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh Warga Binaan,” ujarnya.

Baca Juga  Dengar Keluhan Kader, Warga RW 06 Perumahan Cisoka Indah Regency Renovasi Posyandu secara Swadaya ‎

Pelaksanaan skrining HIV-AIDS dan IMS memiliki dampak penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat.

Sementara itu, perwakilan Tim VCT UOBF Puskesmas Brebes, Auliya Eriza menyampaikan bahwa pemeriksaan HIV-AIDS dan IMS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini penyakit menular, sehingga penanganan dan tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai standar kesehatan.

“Deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Melalui kegiatan skrining ini, kami ingin memastikan Warga Binaan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang setara serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, potensi risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan dan kondisi kesehatan dapat dipantau sejak dini,” ungkapnya.

Baca Juga  AS, Meksiko, Kanada Perketat Aturan Terkait Ebola Jelang Piala Dunia

Lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Lapas Brebes terus bertransformasi menghadirkan layanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan Warga Binaan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Pemasyarakatan modern yang menempatkan kesehatan sebagai salah satu fondasi utama keberhasilan pembinaan.

Pelayanan kesehatan yang kuat tidak hanya berdampak pada kualitas hidup Warga Binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal penting dalam mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih sehat, mandiri, dan siap berkontribusi secara positif.

Berita Terkait

SIPJAMAN Percepat Penanganan Jalan di Brebes, Hasil Panen Kian Lancar
Warga Binaan Lapas Brebes Panen 220 Kilogram Lele, Ikut Dorong Ketahanan Pangan
Lapas Brebes Gelar PORSENAP 2026, Bangun Karakter Warga Binaan Lewat Olahraga dan Seni
Perpustakaan Digital Brebes Diluncurkan, Warga Kini Bisa Akses Perpustakaan Digital Lewat Gawai
Sebanyak 26 Warga Binaan Lapas Brebes Diusulkan Peroleh Hak Integrasi
Lapas Brebes Perkuat Peran Sosial Lewat Program Jumat Berkah
Perkuat Upaya Cegah Stunting di Brebes, Dua Rumah Sakit Bersinergi Edukasi 200 Ibu Hamil
BGN Hentikan Sementara SPPG Sirampog Usai Ratusan Penerima MBG Alami Mual dan Diare

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:29 WIB

SIPJAMAN Percepat Penanganan Jalan di Brebes, Hasil Panen Kian Lancar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:55 WIB

Warga Binaan Lapas Brebes Panen 220 Kilogram Lele, Ikut Dorong Ketahanan Pangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Lapas Brebes Gelar PORSENAP 2026, Bangun Karakter Warga Binaan Lewat Olahraga dan Seni

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Perpustakaan Digital Brebes Diluncurkan, Warga Kini Bisa Akses Perpustakaan Digital Lewat Gawai

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Sebanyak 26 Warga Binaan Lapas Brebes Diusulkan Peroleh Hak Integrasi

Berita Terbaru