Brebes, Lensabumi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus memperkuat komitmen dalam Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada Rabu (25/1), sosialisasi digelar kepada masyarakat pengunjung layanan oleh Ketua Pokja 1 Manajemen Perubahan, Ibnu Sina Nurisqiawan dan anggota bersama Duta Layanan sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi publik terkait komitmen Lapas Brebes dalam mewujudkan pelayanan yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi.
Kegiatan yang dilaksanakan di area layanan kunjungan tersebut menjadi sarana penyampaian informasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) layanan, mekanisme pengaduan, serta komitmen integritas seluruh jajaran. Ketua Pokja 1 Manajemen Perubahan bersama Duta Layanan menegaskan bahwa partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Pembangunan ZI.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan masukan, kritik, maupun laporan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai ketentuan. Pembangunan ZI membutuhkan dukungan bersama agar pelayanan di Lapas Brebes benar-benar transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar Ibnu Sina.
Selain kepada masyarakat, penguatan internal juga dilakukan melalui sosialisasi dan penguatan kepada petugas yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali. Gowim menekankan bahwa Pembangunan ZI bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi, melainkan perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) yang harus tertanam dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Zona Integritas adalah komitmen bersama. Seluruh jajaran harus menjadi teladan dalam integritas dan pelayanan. Kita tidak hanya mengejar predikat WBBM, tetapi membangun sistem kerja yang bersih, melayani, dan berkelanjutan. Setiap petugas harus memahami bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang wajib dijaga,” tegas Gowim.
Gowim juga menambahkan bahwa nilai-nilai profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan prima harus tercermin dalam setiap interaksi dengan masyarakat maupun warga binaan. Dengan kolaborasi antara petugas, Duta Layanan, serta pengawasan masyarakat, Lapas Brebes optimistis dapat mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
Melalui sosialisasi yang konsisten dan berkesinambungan ini, Lapas Brebes berharap Pembangunan ZI menuju WBBM dapat berjalan optimal, memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.








