Makam Terendam Rob, Warga Randusanga Kulon Swadaya Beli Tanah Urug

Rabu, 8 April 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Randusanga Kulon mengurug area Pemakaman Kibuyut Kerti yang kerap terendam rob secara swadaya, Brebes, Selasa (7/4/2026). Foto: kiriman warga

Warga Desa Randusanga Kulon mengurug area Pemakaman Kibuyut Kerti yang kerap terendam rob secara swadaya, Brebes, Selasa (7/4/2026). Foto: kiriman warga

Brebes, Lensabumi.com – Warga Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, harus patungan untuk mengurug Pemakaman Kibuyut Kerti yang kerap terendam rob. Upaya swadaya ini muncul di tengah ketiadaan bantuan pemerintah desa, meski persoalan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun.

Hingga hari kedua pengerjaan, warga baru mampu mengumpulkan sekitar 30 dam tanah urug. Padahal, kebutuhan total diperkirakan mencapai 120 hingga 150 dam.

“Kalau bisa dapat 100 dam saja sudah sangat disyukuri. Kami lakukan semampunya,” kata Dunyanto (45), warga setempat, Selasa, (7/4/ 2026).

Baca Juga  Parin Brebes Jadi Destinasi Terfavorit Wisatawan Selama Libur Lebaran

Menurut dia, genangan air laut di area makam bukan masalah baru. Setiap pasang, air kerap merendam area pemakaman dan mengganggu aktivitas ziarah warga, terutama pada momentum tertentu seperti Jumat Kliwon.

“Mau nyekar jadi sulit karena makamnya tergenang air,” ujarnya.

Untuk membiayai pengurugan, warga menyisihkan sebagian penghasilan mereka. Bahkan, sebagian dana juga diambil dari hasil pengelolaan wisata PARIN, yang sejauh ini menyumbang sekitar Rp 7 juta atau setara 8–10 dam tanah urug.

Baca Juga  Demi Generasi Sehat, Brebes Perkuat Komitmen Penurunan Stunting

Meski begitu, hingga kini belum ada dukungan material maupun anggaran dari pemerintah desa. Dunyanto menegaskan, seluruh kegiatan masih murni digerakkan masyarakat.

“Kami hanya berharap ada perhatian. Baik dari pemerintah desa maupun daerah, supaya penanganannya tidak setengah-setengah,” katanya.

Seorang warga lain yang meminta namanya dirahasiakan menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya respons pemerintah desa terhadap kebutuhan warganya.

Baca Juga  BRI KC Tangerang Ahmad Yani Gelar Olahraga Rutin Dukung Program Work Life Balance

“Sejak dana desa digulirkan tahun 2015, seharusnya masalah seperti ini sudah bisa diselesaikan. Tidak perlu sampai warga menanggung sendiri,” ujarnya.

Ia menilai, jika ada perencanaan dan kepedulian sejak awal, persoalan rob di area pemakaman tidak akan berlarut hingga sekarang.

Berita Terkait

Dandim Brebes Ajak Mahasiswa Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Jalan Lingkungan Mulus, Warga Desa Carenang Sampaikan Apresiasi kepada Kades Eris Rishariyadi
Tumpukan sampah Pasar Induk Kramat Jati ditargetkan tuntas Jumat besok
RAIH 5 PENGHARGAAN, KWARCAB TANGERANG KOKOHKAN POSISI TERGIAT I SE-BANTEN
Tanpa Kabel & Gratis Pasang! Internet Murah Ini Sudah Hadir di Pasuruan
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang : Bupati Tangerang Jawab Pandangan Fraksi Terkait LKPJ 2025
Rapat Paripurna DPRD, Bupati Tangerang Respon Sejumlah Program Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 18:26 WIB

Dandim Brebes Ajak Mahasiswa Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 16:58 WIB

Makam Terendam Rob, Warga Randusanga Kulon Swadaya Beli Tanah Urug

Rabu, 8 April 2026 - 16:26 WIB

RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 16:07 WIB

Jalan Lingkungan Mulus, Warga Desa Carenang Sampaikan Apresiasi kepada Kades Eris Rishariyadi

Rabu, 8 April 2026 - 13:24 WIB

Tumpukan sampah Pasar Induk Kramat Jati ditargetkan tuntas Jumat besok

Berita Terbaru