Brebes, Lensabumi.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Brebes berlangsung meriah sekaligus menyentuh nilai kemanusiaan. Ribuan pelajar tidak hanya mengikuti upacara, tetapi juga menyuarakan komitmen bersama untuk keselamatan di jalan raya.
Dengan total 53.111 pelajar dari 969 sekolah di Kabupaten Brebes melaksanakan Deklarasi Tertib Berlalulintas dan Pembacaan Buku Lalulintas serentak. 2329 pelajar mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hadir secara langsung dan 50.781 pelajar melaksanakan secara hybrid (Daring), di Halaman KPT Brebes, Sabtu (2/5/2026).
Momentum ini menegaskan bahwa pendidikan tidak semata tentang capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter, kepedulian, dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Saat upacara Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan kasih sayang.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan harus mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk moral dan peradaban bangsa.
“Pendidikan bukan sekadar mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter,” ujarnya.
Nilai-nilai Ki Hajar Dewantara seperti asah, asih, dan asuh kembali ditegaskan sebagai landasan penting dalam mendidik generasi yang beriman, mandiri, dan bertanggung jawab.
Usai upacara, ribuan pelajar mengikuti deklarasi tertib berlalu lintas dan pembacaan buku edukasi lalu lintas secara serentak. Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Bupati Paramitha menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi bagaimana kita menanamkan kesadaran kepada anak-anak untuk menjaga keselamatan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, sehingga edukasi yang membumi dinilai sangat penting untuk terus diperkuat.
Melalui kegiatan ini, pelajar diajak memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari penggunaan helm SNI, mematuhi rambu, hingga menghindari perilaku berisiko.
Sebagai penguatan, diperkenalkan konsep Tri Siap Berlalu Lintas (3S) yakni Sadar, Sabar, dan Selamat, diharapkan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari pelajar di Kabupaten Brebes.





