Rupiah Menguat Dipicu Peningkatan Ekspektasi Pemangkasan FFR

Jumat, 3 Oktober 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Ekonom Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengatakan, penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipicu peningkatan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed (Fed Funds Rate/FFR).

“Saya rasa lebih dari faktor global karena peningkatan ekspektasi pemangkasan FFR yang lebih agresif dari The Fed, dengan pengaruh dari government shutdown (Amerika Serikat),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga  Diduga Lahan Pertamanan Dialihfungsikan Jadi TPS Liar, Warga Keluhkan Bau Busuk

Mengutip Anadolu, lembaga pemeringkat kredit internasional S&P Global memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) sebelum akhir tahun ini. Kemudian, pelonggaran suku bunga dilanjutkan pada tahun 2026 sebesar 50 bps.

Potensi pemotongan FFR dipengaruhi penutupan pemerintah AS karena belum menyepakati anggaran untuk tahun mendatang.

“Ketidakpastian masih sangat tinggi. Saat ini terkait dengan government shutdown, menyebabkan sulitnya pasar melihat perkembangan data ekonomi AS terkini,” kata Rully Arya.

Baca Juga  M. Asdiansyah Terpilih Pimpin PMI Kecamatan Curug, Siap Perkuat Layanan Kemanusiaan

Menurut dia, penguatan rupiah selama lima hari terakhir disebabkan penutupan pemerintah AS, sehingga meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga FFR di bulan Oktober dan Desember 2025.

Melihat dari sentimen domestik, lanjutnya, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terlihat memiliki sikap yang pro-growth yang memang akan berdampak terhadap stabilitas ekonomi.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.563 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.598 per dolar AS.

Baca Juga  Bupati Tangerang Buka Semarak Ramadan 1447 H/2026 M dan Resmikan Fasilitas Baru Masjid Agung Al-Amjad

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut menguat tipis ke level Rp16.611 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.612 per dolar AS.

Berita Terkait

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Jaga Keselamatan Warga, KemenPU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIB

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:23 WIB

Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah

Berita Terbaru