LENSABUMI.COM
JAMBE – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, Fraksi PDI Perjuangan, H. Wawan Sumarwan, SH, kembali menggelar Reses Masa Persidangan ke III Tahun Sidang 2025/2026 di Kecamatan Jambe.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 300 konstituen dan 10 Kepala Desa se-Kecamatan Jambe guna menyalurkan langsung berbagai aspirasi masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, para kepala desa menyampaikan berbagai usulan prioritas dari wilayah masing-masing. Fokus utama usulan berpusat pada tiga sektor vital yakni :
Sektor Pertanian: Poktan Perwakilan Desa Rancabuaya mengaku sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan kurangnya sosialisasi mengenai pertanian baik dari tingkat desa hingga tingkat kementrian.
Sementara itu, di Sektor Bantuan Sosial (Bansos) juga turut menjadi isu hangat dikalangan masyarakat, Muhamad Asrori, perwakilan warga Desa Sukamanah mengungkapkan temuan mengejutkan terkait profil penerima bantuan.
Ironi, Warga mendapati adanya keluarga mampu yang memiliki dua unit mobil namun tetap terdaftar sebagai penerima bansos sembako berupa beras dan minyak goreng. Sebaliknya, seorang janda tua di desa tersebut yang hidup serba kekurangan justru sama sekali tidak tersentuh bantuan pemerintah.
Kenyataan ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak perwakilan desa yang melihat langsung ketimpangan tersebut.
Warga Desa Sukamanah mendesak pemerintah pusat untuk segera membenahi sistem pendataan. Badan Pusat Statistik (BPS) diminta bertanggung jawab penuh dalam melakukan pembaruan dan verifikasi data kemiskinan di tingkat desa.
Asrosi menegaskan bahwa akurasi data BPS menjadi kunci utama agar bantuan tepat sasaran.
”Tanpa adanya perbaikan data yang riil dan transparan, polemik bansos salah sasaran ini diyakini akan terus berulang dan merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, “ujar Asrori.
Sektor Pendidikan: Usulan Program Indonesia Pintar (PIP) juga menjadi harapan bagi masyarakat Kecamatan Jambe, perwakilan Desa Ancol Pasir menyatakan bahwa PIP bukan sekadar bantuan materi, melainkan investasi jangka panjang. Dengan pendidikan yang tuntas, anak-anak di Kecamatan Jambe diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan keluarga mereka. Warga berharap proses pendataan dan penyaluran program ini terus diperbaiki dan terealisasi agar semakin merata dan tepat waktu.
H. Wawan Sumarwan, menyambut baik antusiasme dan masukan dari para kepala desa. Beliau menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang telah dicatat akan diperjuangkan dalam rapat paripurna DPRD tingkat Provinsi Banten serta di input melalui SIPD.
”Semua usulan dari masyarakat dan para kepala desa ini adalah kebutuhan riil masyarakat di bawah. Kami akan kawal dan perjuangkan agar bisa masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan dapat dianggarkan pada APBD,” tandasnya.
Pihak pemerintah desa mengapresiasi kehadiran anggota legislatif yang mau turun langsung mendengar kendala di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga di Kecamatan Jambe secara merata.
(Bagas Media Center)






