Siaga Kemarau! Pemkab Brebes Gelar Rakor Antisipasi Karhutla Sejak Dini

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor antisipasi kemarau ekstrim di aula KPT, Kamis (30/4). Foto: lensabumi/ist

Rakor antisipasi kemarau ekstrim di aula KPT, Kamis (30/4). Foto: lensabumi/ist

Brebes, Lensabumi.com – Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan menghadapi musim kemarau sebagai langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Aula Lantai 6 KPT Brebes, Kamis (30/4/2026).

 

Rakor melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari TNI, Polri, Perhutani hingga organisasi relawan. Dalam rakor tersebut ditegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan kerja bersama lintas sektor.

 

Bupati Brebes melalui Sekda Brebes Dr Tahroni MPd dalam sambutannya menyampaikan, kebencanaan harus dihadapi secara bersama-sama dengan pendekatan mitigasi yang kuat.

 

“Kebencanaan harus kita hadapi bersama. Pemerintah harus mampu melakukan mitigasi dan mengetahui sejak dini informasi kebencanaan,” ungkapnya.

 

Ia juga menekankan nilai kemanusiaan dalam penanganan bencana.

 

“Teman-teman BPBD ini setiap hari menolong orang, ini kerja yang sangat mulia,” katanya.

Baca Juga  Bupati Paramitha Salurkan Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton kepada Korban Banjir Brebes

 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Brebes Budhi Darmawan, menegaskan bahwa kondisi Gunung Slamet saat ini masih aman dan terkendali.

 

“Gunung Slamet itu sebetulnya tidak seheboh yang di media sosial. Kami punya data setiap detik pergerakannya dan itu masih aman,” ujarnya.

 

Budhi Darmawan juga menambahkan pentingnya kesiapsiagaan anggaran di tingkat daerah.

 

“Bencana itu bukan cuma tugas BPBD saja. Perlu dukungan semua pihak, termasuk kesiapan anggaran tanggap darurat di kecamatan dan desa,” tambahnya.

 

Sementara itu, Prakirawan BMKG Tegal Khanifan Setiawan menjelaskan, pola musim saat ini sudah tidak bisa diprediksi seperti dulu karena pengaruh faktor global.

 

“Dulu musim kemarau bisa diperkirakan dengan pola tetap, tapi sekarang tidak bisa lagi jadi patokan karena adanya perubahan iklim global,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS Kabupaten Tangerang Buka Layanan Pengobatan Gratis Setiap Selasa dan Kamis

 

Khanifan Setiawan memprediksi awal musim kemarau di Brebes dimulai Mei 2026 dengan puncak pada Agustus. Curah hujan pada periode Mei hingga Juli diperkirakan berada di bawah normal.

 

Lebih lanjut, Dia juga menyinggung potensi fenomena El Nino.

 

“El Nino bisa menyebabkan berkurangnya curah hujan. Bahkan jika kuat seperti yang disebut ‘El Nino Godzilla’, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kekeringan hingga krisis pangan,” paparnya.

 

Berdasarkan data BPBD, potensi kekeringan di Kabupaten Brebes tahun 2026 berada pada kategori rendah hingga sedang dengan luas potensi bahaya mencapai 175.904,57 hektare. Selain itu, terdapat 10 kecamatan yang berpotensi mengalami karhutla, terdiri dari 5 kecamatan kategori tinggi dan 5 kategori sedang.

 

Menghadapi hal tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Wibowo Budi Santoso menyampaikan, berbagai langkah strategis telah disiapkan.

Baca Juga  Baznas Tangsel Salurkan Bantuan ke Aceh,

 

“Kami sudah menyiapkan rencana operasi, mulai dari pendataan wilayah rawan, sosialisasi, hingga dropping air bersih ke masyarakat terdampak,” ujarnya.

 

Dari sisi kesiapan, berbagai unsur telah disiagakan, termasuk personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Peralatan penanganan bencana seperti truk tangki, mobil damkar, hingga pompa pemadam juga telah dipersiapkan. PDAM pun siap mendukung distribusi air bersih melalui koordinasi satu pintu BPBD.

 

Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti lokasi sumber air yang jauh dan keterbatasan tampungan air di desa.

 

“Ini yang menjadi tantangan kita bersama, sehingga koordinasi lintas sektor sangat penting,” pungkasnya.

 

Melalui rakor ini, seluruh OPD diminta memiliki rencana operasi masing-masing agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, guna meminimalisir dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Brebes.

Berita Terkait

Konsolidasi PPIR Brebes, Kesbangpol Dorong Sinergi Kawal Program Program Presiden dan Bupati
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kakanwil Ditjenpas Jateng Minta Petugas Lapas Brebes Perkuat Integritas dan Keamanan
Peringati HUT Ke-65 Korem 071/Wijayakusuma, Kodim 0713/Brebes Gelar Doa Bersama
34 Tahun 6 Bulan Mengabdi, Pegawai Lapas Brebes Untung Sumedi Masuki Masa Purna Tugas
Batu Pertama Rumah Baru Ibu Rasti, Bupati Brebes: Semoga Jadi Awal Kehidupan yang Lebih Nyaman
Antisipasi Gangguan Keamanan, Lapas Brebes Perkuat Koordinasi dengan TNI-Polri

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 08:20 WIB

Konsolidasi PPIR Brebes, Kesbangpol Dorong Sinergi Kawal Program Program Presiden dan Bupati

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:23 WIB

Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah

Jumat, 4 September 2026 - 13:34 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jateng Minta Petugas Lapas Brebes Perkuat Integritas dan Keamanan

Rabu, 2 September 2026 - 07:06 WIB

Peringati HUT Ke-65 Korem 071/Wijayakusuma, Kodim 0713/Brebes Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru