Truk Besar Proyek PIK 2 Disebut Biang Kerusakan Jalan, Tokoh Pantura Desak Pemkab Tangerang Tegas

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TANGERANG, Kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang dinilai bukan semata-mata akibat faktor cuaca atau hujan. Pernyataan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Pantura, H. Asnawi Arsyad, yang menilai kerusakan justru dipicu oleh maraknya aktivitas truk bertonase besar pengangkut material proyek pembangunan PIK 2.

 

Sebelumnya, Bupati Tangerang, Moch Maesal Rasyied, menyebut faktor hujan sebagai salah satu penyebab kerusakan jalan. Namun, Asnawi menilai persoalan utamanya terletak pada lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan pemerintah daerah terhadap pengusaha transporter yang melanggar aturan.

 

Menurut Asnawi, proyek pembangunan PIK 2 yang membutuhkan pasokan besar urugan tanah dan material lainnya menjadi penyumbang signifikan kerusakan jalan di sejumlah kecamatan, mulai dari Pasarkemis, Rajeg, Mauk, Sukadiri, Pakuhaji hingga Teluknaga dan Kosambi.

Baca Juga  Jalan Lingkungan Dibangun, Warga Desa Pasanggrahan Apresiasi Kinerja Kades Agus Setiyantoro

 

“Kalau hanya menyalahkan hujan, itu tidak sepenuhnya tepat. Memang ada faktor cuaca, tetapi lintasan ratusan truk besar setiap malam jauh lebih merusak. Ketika jalan sudah hancur, masyarakat yang paling terdampak,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti lemahnya implementasi Peraturan Bupati Tangerang Nomor 12 Tahun 2022 yang merupakan perubahan kedua atas Perbup Nomor 46 Tahun 2018 tentang pembatasan jam operasional mobil barang di wilayah Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, regulasi yang ada seharusnya tidak hanya mengatur jam operasional, tetapi juga membatasi jenis dan kapasitas kendaraan yang melintas. Asnawi mengusulkan agar pengangkutan material proyek menggunakan truk berukuran lebih kecil untuk mengurangi beban jalan.

Baca Juga  Gol Debut Alexander Isak Warnai Kemenangan Liverpool Atas Southampton 2-1

 

“Bukan sekadar pembatasan jam operasional, tapi pembatasan jenis dan tonase truknya. Silakan pembangunan berjalan, tapi transportasinya harus diatur. Kalau tidak, jalan yang diperbaiki akan rusak kembali,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, perbaikan jalan membutuhkan waktu dan anggaran besar. Sementara sebelum diperbaiki, kondisi jalan berlubang membahayakan pengguna dan menghambat aktivitas ekonomi warga.

 

Asnawi juga mempertanyakan ketidaktegasan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menindak pelanggaran. Ia menilai pemerintah seharusnya konsisten menegakkan aturan yang telah dibuat tanpa terkesan memberikan kelonggaran kepada pengusaha transporter maupun pengembang.

Baca Juga  Gebrakan Baru! Ketua KWRI Hadirkan Dewan Ustur Ubadi dalam Dialog Strategis Agenda Reses

 

“Kalau aturan sudah dibuat, maka semua pihak harus patuh. Pemerintah tidak perlu membatasi pembangunan, tetapi wajib membatasi dampaknya. Jangan sampai fasilitas yang diberikan justru merugikan masyarakat,” katanya.

 

Ia menegaskan, pembangunan PIK 2 saat ini bukan lagi berstatus Proyek Strategis Nasional, sehingga Pemkab Tangerang dinilai tidak perlu memberikan perlakuan khusus yang berpotensi merugikan kepentingan publik.

 

Tokoh masyarakat itu berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan angkutan material proyek dan menegakkan aturan secara konsisten demi menjaga infrastruktur serta kenyamanan warga Kabupaten Tangerang.

 

Berita Terkait

BB TNBTS Evaluasi Keamanan Transportasi Usai Kecelakaan Di Jalur Bromo
Keren Jasa, Ketua KWRI Heriyanto Jadi Narasumber Sosialisasi Inovasi Pengelolaan Sampah Pada Skala Rumah Tangga
Lurah Tigaraksa Eko Suyanto Sosialisasikan Inovasi Pengelolaan Sampah
Hari Lansia Nasional, 1 Napi Lapas Brebes Dapat Remisi
AS, Meksiko, Kanada Perketat Aturan Terkait Ebola Jelang Piala Dunia
Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Potong Hewan Kurban, Ketua DPRD Muhamad Amud: Tradisi Baik Harus Terus Dijaga
Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap membantu optimalisasi kualitas ekspor komoditas durian di Kabupaten Parigi
Cetak Sejarah Baru, Dibawah Kepemimpinan Heriyanto DPC KWRI Kabupaten Tangerang Qurban Sapi dan 4 Ekor Kambing

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:17 WIB

BB TNBTS Evaluasi Keamanan Transportasi Usai Kecelakaan Di Jalur Bromo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:19 WIB

Keren Jasa, Ketua KWRI Heriyanto Jadi Narasumber Sosialisasi Inovasi Pengelolaan Sampah Pada Skala Rumah Tangga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:33 WIB

Lurah Tigaraksa Eko Suyanto Sosialisasikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:37 WIB

Hari Lansia Nasional, 1 Napi Lapas Brebes Dapat Remisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:19 WIB

AS, Meksiko, Kanada Perketat Aturan Terkait Ebola Jelang Piala Dunia

Berita Terbaru

Kalapas Brebes Serahkan remisi kepada narapidan lansia usia 70 tahun keatas. Foto: ist

Berita

Hari Lansia Nasional, 1 Napi Lapas Brebes Dapat Remisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:37 WIB