13.500 Hewan Penular Rabies Di DKI Sudah Jalani Sterilisasi

Rabu, 24 September 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan sterilisasi terhadap sekitar 13.500 hewan penular rabies (HPR) pada tahun 2025 untuk menekan laju populasi HPR tersebut dan mempertahankan Jakarta bebas rabies.

“Untuk tahun 2025, target steril itu sebanyak 21 ribu ekor. Dan sudah tercapai sampai dengan bulan Agustus itu kurang lebih 13.500 ekor,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok dalam Podcast Rabu Belajar bertema “Peringatan Hari Rabies Sedunia: Upaya Pemprov DKI Jakarta mempertahankan sebagai Wilayah Bebas Rabies” di Jakarta, Rabu.

Baca Juga  BRI Kanca Tangerang Merdeka Gelar Pertandingan PlayStation dalam Ajang BRILIAN SPORTARTCULAR 2025

Dari jumlah HPR yang sudah menjalani sterilisasi tersebut, 95 persennya merupakan kucing. Ini karena populasi kucing liar menjadi masalah di Jakarta.

“Jadi memang target kami itu kebanyakan itu menyasar kucing. Jadi target 21 ribu itu, sampai 95 persen memang pada hewan kucing,” ujar Hasudungan.

Hasudungan menyampaikan sterilisasi merupkan metode yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit rabies dan ini sudah diakui secara global melalui Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE/WOAH). Sterilisasi pada HPR meminimalkan kelahiran hewan liar dan mencegah penularan penyakit rabies ke manusia.

Baca Juga  Cukur Slovakia 6-0, Jerman Lolos Ke Piala Dunia 2026

Adapun dalam kegiatan sterilisasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melibatkan komunitas penyanyang hewan, organisasi profesi yakni Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) termasuk dokter praktik di klinik hewan.

“Pemerintah selalu melibatkan komunitas penyayang hewan, PDHI, dokter praktik maupun pet shop agar mereka juga berkontribusi untuk melaksanakan kegiatan sterilisasi kolaborasi,” ujar Hasudungan.

Baca Juga  Diduga Lahan Fasum Disalahgunakan Jadi Tempat Pemilahan Sampah Ilegal 

Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2004 atau 21 tahun terakhir sudah dinyatakan sebagai daerah bebas rabies, seiring dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 566 Tahun 2004.

“Tetapi Jakarta dinyatakan sebagai daerah bebas tapi terancam. Karena apa? Karena masih dikelilingi provinsi yang berstatus tertular rabies. Jadi Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat di masing-masing kabupaten masih ada yang terkena rabies,” kata Hasudungan.

Berita Terkait

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang.
Menkop Minta Tambahan Rp1,34 triliun Dukung 80 Ribu Kopdes Merah Putih
Korban DBD di Kampung Kaluwung Semakin Bertambah, Diduga Kepala Desa Cisereh Abaikan Surat Rekomendasi Fogging
Diduga Kepala Desa Cisereh, Abaikan Surat Rekomendasi Fogging, Korban DBD di Kampung Kaluwung Semakin Bertambah
POPDA XII Provinsi Banten 2026,IPSI Kabupaten Tangerang Kirim 17 Pesilat, Target 6 Medali Emas
Tanam 10.000 Mangrove di Mauk, Bupati Tangerang Apresiasi Kolaborasi Jurnalis Peduli Lingkungan dan Dunia Usaha
Wabup Intan Tegaskan Lingkungan Pendidikan Harus Bebas Dari Segala Tindakan Kekerasan
RSUD Tigaraksa Gelar Donor Darah Rutin, Jaga Ketersediaan Stok Darah di Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:54 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang.

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:45 WIB

Menkop Minta Tambahan Rp1,34 triliun Dukung 80 Ribu Kopdes Merah Putih

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:30 WIB

Korban DBD di Kampung Kaluwung Semakin Bertambah, Diduga Kepala Desa Cisereh Abaikan Surat Rekomendasi Fogging

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:27 WIB

Diduga Kepala Desa Cisereh, Abaikan Surat Rekomendasi Fogging, Korban DBD di Kampung Kaluwung Semakin Bertambah

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:44 WIB

POPDA XII Provinsi Banten 2026,IPSI Kabupaten Tangerang Kirim 17 Pesilat, Target 6 Medali Emas

Berita Terbaru