15 Desa Terbaik Terima Penghargaan Dalam Penanganan Stunting

Kamis, 9 Oktober 2025 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberikan penghargaan terhadap 15 desa berkinerja terbaik dalam percepatan penurunan kasus stunting di wilayahnya itu.

Penghargaan desa terbaik itu diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto pada agenda worskop evaluasi kinerja kader pembangunan manusia pada Rabu, (09/10) malam.

“Dari sekian ribu desa kita ambil 15 terbaik. Dan memang kita ada beberapa pekerjaan rumah namun kita maksimalkan lagi agar mereka peduli terhadap masalah stunting,” ucap Yandri di Tangerang, Kamis.

Baca Juga  130 Tahun Melayani, BRI KC Cilegon Sambut Nasabah dengan Senyum dan Snack Spesial di HUT ke-130

Ia bilang, dari 15 desa yang terpilih sebagai penerima penghargaan terbaik ini merupakan hasil penilaian terhadap pemerintah desa yang sukses mencegah serta mempercepat penurunan angka stunting.

Dimana, langkah tersebut turut didukung oleh lembaga dan kementerian lain terkait dalam percepatan penanganan angka kekerdilan di tanah air.

“Kita kerja sama dengan Kemendagri, Kementerian Kependudukan, dan lembaga lain. Dan kenapa kita harus kolaborasi stunting? Karena angka stunting di Indonesia masih tinggi,” katanya.

Baca Juga  Bentuk Nyata Peduli Sosial, Baznas Kabupaten Tangerang Bantu Warga Asal Jawa Timur Pulang ke Kampung Halaman

Dia mengatakan, berdasarkan data persentase atas kasus stunting yang terjadi di Indonesia saat ini masih berada di angka 19,8 persen. Kendati, upaya koordinasi lintas sektor terus diperkuat baik di pusat maupun daerah melalui pembagian peran yang jelas.

“Karena angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 19,8 persen, dan itu angka yang tinggi. Oleh karena itu kita akan dorong terus, dan ada banyak di desa dari sisi gizi dan SDM,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Tangerang Akan Kaji Sistem WFH

Yandri menyebutkan, setelah melihat persentase kasus stunting secara nasional masih tergolong tinggi, maka Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal meminta agar jajaran kepala desa, pendamping desa, kader pembangunan sumber daya manusia untuk menjadikan program penanganan angka kekerdilan pada anak menjadi prioritas utama.

“Kita turunkan menjadi zero atau nol persen, jadi apa yang kita lakukan maka pembangunan sumber daya manusia akan semakin bagus sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Berita Terkait

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK
Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari
Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD 2027

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:12 WIB

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:05 WIB

RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Berita Terbaru