Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Senin, mengatakan bencana tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi beruntun sejak 2 Januari 2026.

Baca Juga  Bank BRI Bersama Kementerian UMKM RI Gelar Koplo Keliling (Kopling) 2025

“Dampaknya meluas di 20 desa pada 13 kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 3.514 Kepala Keluarga (KK) atau 11.700 jiwa,” ujar Ajat.

Berdasarkan data BPBD hingga Senin (5/1) pagi, sebanyak 3.164 unit rumah warga terdampak. Rinciannya meliputi 3.145 rumah terendam banjir, 13 rumah rusak akibat pergerakan tanah atau longsor, dan enam rumah rusak diterjang angin kencang.

Ajat menjelaskan banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga fasilitas umum seperti dua sekolah, dua masjid, dan dua mushala. Sektor pertanian pun turut terpukul dengan terendamnya sekitar 108 hektare lahan persawahan di Kecamatan Pamarayan dengan usia tanaman 0–60 hari.

Baca Juga  Pengamat Nilai Indra Sjafrie Pilihan Tepat Nahkodai Timnas Indonesia Pada SEA Games 2025

“Kondisi terkini tinggi muka air di beberapa lokasi banjir berkisar antara 5 hingga 45 centimeter. Sebagian warga ada yang melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman,” katanya.

Adapun 13 kecamatan yang terdampak bencana tersebut meliputi Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Cikeusal.

Baca Juga  BRI Kebon Jeruk Selenggarakan Acara Senam Pagi untuk Tingkatkan Kesehatan dan Kebersamaan

BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan menyoroti kebutuhan mendesak bagi korban berupa makanan siap saji, family kit, pakaian, obat-obatan, serta terpal.