Brebes, Lensabumi.com – Kreativitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus menghasilkan karya yang bernilai guna. Gantungan kunci, aquarium mini, asbak, lampu tidur hias, Rak Pot Bunga dan Rak Sepatu hingga keset menjadi deretan produk hasil pembinaan kemandirian yang dipasarkan kepada pengunjung di ruang layanan kunjungan tatap muka, Senin (5/10).
Kehadiran produk tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Pengunjung dapat melihat langsung berbagai hasil karya tersebut selama layanan kunjungan berlangsung. Sejumlah produk menjadi pilihan untuk dibeli sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap keterampilan dan kreativitas Warga Binaan.
Proses pembuatan produk dilakukan oleh Warga Binaan yang tergabung dalam kegiatan pembinaan kemandirian. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, membuat, merangkai, hingga menyelesaikan produk agar siap dipasarkan.
Bagi Warga Binaan, kesempatan memasarkan hasil karya memberikan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak hanya belajar membuat sebuah produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman melihat hasil kerja mereka diapresiasi secara langsung oleh masyarakat.
Transaksi pembelian juga telah didukung dengan sistem pembayaran cashless menggunakan BRIZZI melalui mesin EDC yang disediakan. Kemudahan tersebut memberikan pengalaman transaksi yang praktis sekaligus mendukung pengelolaan pemasaran produk secara lebih tertib dan transparan serta cashless.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan hasil karya yang dapat dipasarkan merupakan salah satu indikator bahwa pembinaan kemandirian terus diarahkan pada keterampilan yang memiliki manfaat nyata.
“Kami ingin Warga Binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya yang bernilai. Ketika karya mereka bisa dilihat, diapresiasi, dan dibeli oleh masyarakat, tentu ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan,” ujar Mudo.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pembuatan produk mengungkapkan rasa senangnya ketika hasil karya mereka mendapat perhatian dari pengunjung.
“Senang ketika karya yang kami buat ada yang suka dan membeli. Itu membuat kami semakin semangat untuk belajar dan membuat karya yang lebih baik,” ungkapnya.
Bagi pengunjung, membeli hasil karya Warga Binaan tidak hanya menjadi pilihan produk, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap proses perubahan yang sedang dijalani.
Pemasaran hasil karya di ruang kunjungan menjadi bagian dari upaya Lapas Brebes menghadirkan pembinaan yang memberikan pengalaman nyata. Warga Binaan didorong untuk terus produktif, mengembangkan kreativitas, serta membangun keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang setelah kembali ke tengah masyarakat.






