Lensabumi.com, Brebes — Sapu dan alat kebersihan menjadi bagian dari aktivitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, Sabtu, 17 Oktober. Bersama petugas, mereka membersihkan Musholla Darul Amanah. Bukan sekadar kerja bakti, kegiatan itu menjadi bagian dari pembinaan yang membawa warga binaan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Setelah mushola dibersihkan, Lapas Brebes menyerahkan 129 buku Iqro dan 157 buku Juz Amma kepada pengurus Musholla Darul Amanah. Buku-buku tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan mengaji dan pembelajaran membaca Al-Qur’an, terutama bagi anak-anak dan jamaah yang membutuhkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sebagai aksi sesaat. Lapas Brebes berencana menjadikannya agenda rutin setiap bulan dengan menyasar sejumlah fasilitas umum di lingkungan sekitar.
“Kegiatan baksos ini merupakan komitmen dan wujud kepedulian Lapas Brebes terhadap lingkungan sekitar. Kami mengagendakan aksi bersih-bersih fasilitas umum ini secara berkala setiap bulan,” kata Mudo.
Menurut Mudo, pembinaan warga binaan tidak cukup dilakukan melalui pengarahan di dalam lapas. Mereka juga perlu diberi ruang untuk mempraktikkan kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial.
“Pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga bagaimana warga binaan belajar untuk peduli, berbagi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Di Musholla Darul Amanah, petugas dan warga binaan bekerja bersama membersihkan area tempat ibadah. Aktivitas sederhana itu sekaligus menjadi ruang untuk melatih kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Bagi warga binaan, pengalaman semacam itu penting karena pembinaan pada akhirnya akan bermuara pada satu hal: kesiapan kembali ke masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut meninggalkan perilaku lama, tetapi juga belajar mengambil peran yang berguna bagi lingkungan.
Nilai tersebut kemudian diperkuat melalui penyerahan buku-buku keagamaan. Sebanyak 129 buku Iqro dan 157 buku Juz Amma diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan pembelajaran Al-Qur’an di Musholla Darul Amanah.
Pengurus Musholla Darul Amanah, Ustaz Wasroni, mengapresiasi keterlibatan Lapas Brebes. Ia mengatakan bantuan buku dan kegiatan bersih-bersih tersebut memberikan manfaat langsung bagi jamaah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lapas Brebes, khususnya Bapak Kalapas beserta petugas dan warga binaan, yang telah membantu membersihkan musholla dan memberikan buku Iqro serta Juz Amma,” ujar Wasroni.
Ia berharap buku-buku tersebut dapat digunakan untuk menunjang kegiatan mengaji dan pembelajaran agama.
Kegiatan di Musholla Darul Amanah memperlihatkan bentuk pembinaan yang tidak berhenti di balik tembok lapas. Ada kerja fisik, ada interaksi dengan masyarakat, dan ada bantuan yang manfaatnya bisa digunakan bersama.
Bagi Lapas Brebes, pembinaan bukan semata menyiapkan warga binaan untuk keluar dari lapas. Yang lebih penting adalah memastikan mereka memiliki bekal untuk kembali sebagai bagian dari masyarakat—dengan kemampuan untuk peduli, bekerja sama, dan memberi manfaat.
Kerja bakti itu mungkin berlangsung hanya beberapa jam. Namun bagi mereka yang terlibat, ia menjadi latihan kecil untuk menjalani kehidupan yang lebih besar setelah masa pembinaan berakhir.






