Direktur HAI: Istana Jangan Diam Isu Pergantian Kapolri Harus Segera Diluruskan

Sabtu, 13 September 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sandri Rumanama (Direktur Haidar Alwi Institut) / foto ist

Sandri Rumanama (Direktur Haidar Alwi Institut) / foto ist

lensabumi.com – Isu pergantian Kapolri kembali beredar luas di ruang publik. Media ramai memberitakan kabar adanya surat presiden ke DPR terkait calon pengganti Kapolri. Sementara pimpinan DPR dan Komisi III justru menegaskan belum menerima dokumen apa pun.

Perbedaan informasi ini menimbulkan spekulasi liar, yang jika tidak segera diluruskan, akan merugikan stabilitas politik dan kepercayaan publik terhadap negara.

“Istana jangan diam ini war post truth, bisa menjadi ancaman serius stabilitas negara”. Papar Sandri Rumanama (Direktur Haidar Alwi Institut)

Baca Juga  BPBD Agam: 72 Korban Bencana Hidrometeorologi Belum Ditemukan

Ia menejelaskan Kapolri adalah pucuk pimpinan institusi keamanan dan potret penegakan hukum yang menjaga stabilitas nasional. Setiap isu mengenai posisinya selalu berdampak besar, baik pada psikologi politik, moral aparat, maupun legitimasi pemerintah.

“Isu pergantian pucuk pimpinan di korupsi kepolisian harus ditanggapi serius karena ini memberikan dampak besar baik pada psikologi politik, moral aparat, maupun legitimasi pemerintah “. Ungkapnya

Diamnya Istana hanya akan memperkuat anggapan bahwa rumor tersebut benar. Publik bisa menilai Presiden gamang, atau bahkan tertekan oleh kepentingan politik tertentu.

Baca Juga  Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau

“Sangat fatal jika Istana membisu publik akan berspekulasi dan menilai Presiden tersandra oleh kepentingan politik tertentu”. Papar Sandri

Ia menambahkan Risikonya jelas. Kepercayaan publik terhadap pemerintah akan menurun, soliditas internal Polri bisa terganggu, dan isu ini mudah dimanfaatkan sebagai senjata politik untuk mendikte langkah Presiden. Bahkan agenda reformasi Polri yang seharusnya berjalan terukur dapat terseret dalam drama politik personal yang tidak produktif.

Karena itu, Presiden perlu segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Penjelasan sederhana mengenai status isu ini, apakah benar ada proses pergantian atau hanya rumor sudah cukup untuk meredam spekulasi.

Baca Juga  Permasalahan Dengan Pedagang Es Gabus Selesai Secara Kekeluargaan

Klarifikasi tidak hanya menjaga moral aparat dan menenangkan publik, tetapi juga menegaskan bahwa kepemimpinan nasional tidak bisa diganggu oleh kabar simpang siur.

Diam bukanlah solusi. Dalam politik, rumor yang dibiarkan sering kali lebih berbahaya daripada masalah sebenarnya. Klarifikasi cepat dari Istana adalah langkah paling efektif untuk menjaga wibawa pemerintah, meneguhkan stabilitas nasional, dan memastikan publik tidak terseret dalam pusaran spekulasi yang melemahkan negara.

Berita Terkait

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar
Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis
Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan
DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim
Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Berita Terbaru

Berita

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB