LENSABUMI.Com_Cilegon Banten, Di penghujung 2025 Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) gelar pelantikan Akbar para pengurus DPP, DPW, DPD Kabupaten dan Kota se-Banten dan Lampung Priode 2025-2030 di The Royal Krakatau Hotel Convention Gol Cilegon Banten
Minggu 28/12/2025

Pantauan awak media di lokasi pelantikan tersebuta salah satunya pengurus DPD Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) Kabupaten Tangerang TB. H. Ali Jayadi,
Konon Sejarah Perguruan Silat Bandrong Banten berakar kuat di Banten, lahir sekitar tahun 1500-an, bahkan sebelum Kesultanan Banten berdiri, sebagai warisan budaya leluhur yang digunakan untuk pertahanan diri dan syiar Islam,
Dan berkembang di wilayah pesisir dengan tokoh penting seperti Ki Beji (Ki Agus Jo), Ki Sarap (Ki Jagabaya), dan Ki Semar, juga menjadi bagian integral sejarah perjuangan Banten melawan penjajah hingga diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Asal-Usul dan Sejarah Awal
Perkiraan Waktu: Muncul sekitar tahun 1500 Masehi (abad ke-16), sebelum berdirinya Kesultanan Banten. Tokoh Pelopor pertama yang menyebarkan aliran ini adalah seorang kiai bernama Ki Agus Jo, atau Ki Beji.
Nama “Bandrong” terinspirasi berasal dari jenis ikan terbang (ikan bandrong/langsar) yang gesit dan cepat, mencerminkan gerakan silat yang cepat dan menyerang.

Peran dalam Sejarah Banten
Pertahanan dan Perjuangan Silat Bandrong menjadi garda terdepan masyarakat Banten dalam melawan penjajah dan mempertahankan wilayah, bahkan terlibat dalam peristiwa penting seperti Geger Cilegon 1888.
Syiar Islam: Berkembang seiring dengan penyebaran agama Islam oleh para kiai dan pengasuh pesantren di Banten.
Tokoh Penting Lainnya
Ki Semar: Seorang senopati Kesultanan Banten yang memiliki peran penting dalam sejarah Bandrong, meskipun kisahnya berakhir tragis dalam pertarungan.
Ki Sarap (Ki Jagabaya): Mengembangkan dan meneruskan ilmu silat ini, diangkat menjadi senopati karena kehebatannya, dan berperan dalam mengamankan wilayah Banten dari bajak laut.
Ki Marip: Seorang guru besar Bandrong yang mengajar di daerah pesisir (Pulokali) sekitar tahun 1920-1940-an.
Perkembangan Modern
Identitas Banten: Silat Bandrong menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan sejarah Cilegon dan Banten, mencerminkan semangat pejuang.
Warisan Budaya: Diakui sebagai warisan budaya tak benda asli Banten, upaya pelestarian terus dilakukan untuk menghadapi arus globalisasi, secara keseluruhan, silat Bandrong adalah warisan budaya Banten yang kaya akan sejarah, mencerminkan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, dan identitas lokal yang kuat.
H. Retno Juarno salah satu tokoh Kabupaten Tangerang mengapresiasi atas pelantikan dan pengukuhan sahabat karibnya yaitu TB. H. Ali Jayadi menjadi Ketua DPD Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia (PPSBBI) Kabupaten Tangerang dan ucapkan selamat dan sukses
Ia menambahkan Pencak silat Bandrong adalah warisan dari para leluhur Banten yang patut kita lestarikan di wilayah Banten salah satunya di kabupaten Tangerang, ini wajib kita dukung, kita wong Banten begitu juga perlu dukungan dari instansi pemerintah “Aje Kendor”
(Ari)








