TANGERANG – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tangerang, H. Abdullah Hasyim menegaskan bahwa persiapan dan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 dipastikan tetap aman dan terkendali meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang mengalami dinamika.
Pernyataan ini menanggapi kekhawatiran masyarakat menyusul adanya imbauan penundaan ibadah umrah bagi sebagian jemaah akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut. Namun, pemerintah pusat melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengonfirmasi bahwa operasional haji 2026 akan berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.
Poin-Poin Penting Persiapan
Keamanan, Pemerintah telah menyiapkan skenario pengamanan berlapis dan mitigasi risiko untuk menjamin keselamatan transportasi serta akomodasi jemaah selama di tanah suci.
”Kantor Kemenhaj Kabupaten Tangerang terus mematangkan verifikasi dokumen dan pemeriksaan kesehatan (istitha’ah) bagi sekitar 203.320 jemaah reguler secara nasional yang dijadwalkan berangkat tahun ini,” imbuh H. Abdullah.
Lanjut H. Abdullah menambahkan, Pihak Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga telah berkoordinasi dengan kementrian pusat secara intensif memantau arahan dari Kementerian Haji dan Umrah RI terkait pembaruan izin terbang dan rute penerbangan guna menghindari wilayah konflik.
”Kami mengimbau jemaah haji asal Kabupaten Tangerang untuk tetap tenang dan fokus menjalankan persiapan fisik serta manasik. Hingga saat ini, belum ada instruksi pembatalan dari pusat. Seluruh tahapan pemberangkatan haji 2026 kami pastikan berjalan sesuai rencana, aman, dan terkendali,” ujar H. Abdullah Hasyim dalam keterangan resmi bersama media Lensa Bumi.
Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi melalui kanal Kementerian Haji untuk menghindari disinformasi terkait dampak konflik Timur Tengah terhadap perjalanan ibadah haji. (Bagas)








