Tangerang, Sebagai wujud kasih sayang dan solidaritas juga sebagai bentuk kepedulian sosial Eko Darwoko yang akrab di sapa (Bos EKO ) Sang Dermawan berikan 1000 paket sembako dan uang kadeudeuh kepada Anak yatim, dhuafa dan guru ngaji di halaman kediamyanya. Minggu sore 15/03/2026 dan di rangkai dengan buka puasa bersama
Acara yang mengusung tema “Ramadhan Berkah Ramadhan Indah Berbagi bersama Dhuafa, Yatim dan guru ngaji tersebut di hadiri Kepala Desa Tapos Khaerudin dan jajaranya, Babinsa, Binamas Desa, jajaran anggota Kapolsek Tigaraksa Para Tokoh Ulama ( guru ngaji) Tokoh Masyarakat Karang Taruna dan lainya

Khaerudin Kades Tapos Mengapresiasi kegiatan santunan Dhuafa, yatim dan guru ngaji bagi warganya “ini sangat luar biasa dan saya ucapkan banyak terima kasih sudah peduli kepada warganya dan ini perlu kita contoh bagi yang mampu dalam menyisihkan hartanya, apa lagi pak Eko juga peduli dengan para guru ngaji ini sangat luar biasa, apa lagi 1000 sembako dan uang, di desa tapos baru beliau lah yang melakukannya, semoga jadi contoh buat kita dan semoga usahanya di berikan kelancaran dan mendapat balasan dari allah SWT.
Eko Darwoko kepada media menyampaikan “Alhamdulillah ada sedikit rizki mudah – mudahan bermanfaat bagi masyarakat tapos dan sekitarnya
Adapun bebagi rizki kepada guru ngaji sedesa tapos tujuanya biar semangat ‘ini sebagai bentuk kewajiban kita umat islam berbagi di bulan suci , semoga kedepanya ada yang mengikuti dan mari kita berbagi kepada anak yatim, duafha dan guru ngaji dan siapa lagi kalau bukan kita,

Ketua Panitia Santunan Syahrudin mengatakan untuk warga penerima bantuan panitia menyebarkan 1000 kupon untuk dhuafa, yatim dan guru ngaji, yang di bagi ke sejumlah Rt di delapan Rw sedesa tapos,
“ini sebagai bentuk kepedulian dari Bos Eko kepada warga desa tapos juga sebagai bentuk kedermawanan beliau dan keluarga besar

Semoga menjadi ladang amal ibadah karena
bersedekah pada yatim dan duafha serta guru ngaji di bulan Ramadan dapat membersihkan harta, menyucikan jiwa, serta melindungi dari bala dan perbuatan buruk.
Memberikan santunan berupa uang, atau sembako agar anak yatim dapat merayakan hari raya dengan sukacita yang sama, memupuk Akhlak Mulia: Menanamkan nilai-nilai kepedulian, berbagi, dan kasih sayang (empati) dalam diri pemberi sedekah, dan alhamdulillah pembagian santunan berjalan aman lancar. Tutup Syahrudin






