Mobil Siaga Desa Disorot, Warga Keluhkan Sulit Diakses Saat Darurat

Minggu, 12 April 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil siaga desa Randusanga kulon. Foto: ist

Mobil siaga desa Randusanga kulon. Foto: ist

Brebes, Lensabumi.com – Penggunaan mobil siaga di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, menuai keluhan warga. Kendaraan yang semestinya disiapkan untuk layanan darurat itu disebut kerap tidak tersedia saat dibutuhkan.

Sejumlah warga menilai mobil siaga lebih sering dipakai untuk aktivitas Kepala Desa, baik urusan dinas maupun keperluan pribadi. Kondisi ini dinilai menggeser fungsi utama kendaraan sebagai sarana evakuasi warga sakit maupun penanganan kondisi darurat.

“Kalau ada warga sakit mendadak dan butuh dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit, mobilnya sering tidak ada. Katanya sedang dipakai Pak Kades,” ujar Karyadi, warga setempat, Sabtu, (11/4/ 2026).

Baca Juga  Polres Brebes Gelar Pengambilan Sumpah dan Pakta Intregitas Penerimaan Polri 2026

Menurut dia, dalam beberapa kasus warga terpaksa meminjam mobil siaga dari desa tetangga seperti Randusanga Wetan dan Kedunguter. Situasi itu dinilai menyulitkan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

Keluhan juga datang dari tokoh masyarakat, Imam Khambali. Ia menyoroti lambatnya pelayanan administrasi di kantor desa. Warga, kata dia, kerap kesulitan mendapatkan tanda tangan kepala desa untuk berbagai keperluan.

Baca Juga  Heriyanto Resmi Membuka Rekening Organisasi KWRI di Bank BJB

“Baik untuk urusan umum maupun pribadi, seperti izin hajatan, pengajuan pinjaman bank, atau persyaratan melamar kerja, sering terkendala karena kepala desa tidak berada di kantor,” ujarnya.

Ia juga menyebut pengajuan program pembangunan desa dari masyarakat sulit mendapat persetujuan, kecuali dikerjakan langsung oleh pihak pemerintah desa.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Randusanga Kulon Afan Setiono menyatakan penempatan mobil siaga tidak berada di kantor desa telah diputuskan melalui musyawarah desa dengan pertimbangan keamanan. Ia menambahkan, pemerintah desa telah menyiapkan sopir siaga bagi warga yang membutuhkan.

Baca Juga  PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp91.700/kg, daging ayam Rp39.800 kg

Terkait laporan warga yang tidak terlayani hingga meninggal dunia, Afan menyebut saat itu mobil dalam kondisi rusak dan tengah diperbaiki di bengkel. Adapun soal pelayanan publik, ia menegaskan pemerintah desa telah menjalankannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait

BUMDes Pasir Barat Sukses Panen Perdana Telur Ayam, Camat Jambe Terkejut dan Beri Apresiasi Tinggi
GMNI Desak Pemkab Tangerang Bersihkan Mafia Titipan Beasiswa
Satu Keluarga Tewas Dalam Kebakaran di Grogol Petamburan Jakbar
Kodim 0510/Tigaraksa Dukung Pemusnahan Barang Bukti di Tangerang
Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni Bagi Nelayan Dan Dorong Penataan Kawasan Pesisir Terintegrasi ‎
DPD GMNI: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Komersialisasi Pulau
Aida Hubaedah Dampingi Kunjungan Ketum AHY di Mauk, Pantau Transformasi Kampung Nelayan
Kejari Kabupaten Tangerang Eksekusi 63 Barbuk Perkara Inkrah, Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai Dimusnahkan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:12 WIB

BUMDes Pasir Barat Sukses Panen Perdana Telur Ayam, Camat Jambe Terkejut dan Beri Apresiasi Tinggi

Jumat, 17 April 2026 - 14:31 WIB

GMNI Desak Pemkab Tangerang Bersihkan Mafia Titipan Beasiswa

Jumat, 17 April 2026 - 11:07 WIB

Satu Keluarga Tewas Dalam Kebakaran di Grogol Petamburan Jakbar

Kamis, 16 April 2026 - 20:24 WIB

Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni Bagi Nelayan Dan Dorong Penataan Kawasan Pesisir Terintegrasi ‎

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

DPD GMNI: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Komersialisasi Pulau

Berita Terbaru