Korlantas gunakan dua jenis alat TAA dalam olah TKP kecelakaan kereta

Rabu, 29 April 2026 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lensabumi.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggunakan dua jenis alat traffic accident analysis (TAA) dalam proses olah tempat kejadian perkara kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa alat itu berbentuk statis dan portable.

“Yang teknologi statis dengan kamera LiDAR serta kamera 360 derajat mampu mendeteksi environment ataupun lingkungan secara menyeluruh, dan teknologi portable yang mampu melihat melalui pola helicopter view sehingga kita bisa melihat dan mengilustrasikan secara tiga dimensi dengan kualitas 4K,” jelasnya.

Baca Juga  BRI UNIT Cipanas Hadirkan Pelayanan Humanis dengan Fokus pada Nasabah Pedesaan

Ia mengatakan bahwa hasil rekaman dua alat tersebut akan menjadi alat bukti elektronik pada proses penyidikan.

Hasil rekaman tersebut, sambung dia, juga akan disuguhkan kepada jaksa penuntut umum (JPU) maupun hakim dalam tahapan persidangan.

“Jadi, sebagai alat bukti yang sah yang digunakan selama proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan,” ujarnya.

Sandhi juga mengatakan bahwa Korlantas Polri akan mengevaluasi lebih lanjut taksi berwarna hijau yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Baca Juga  BRI Jakarta Kalideres Gelar Kegiatan Sportakuler Lomba Masak, Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kerja

“Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, insiden tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

Baca Juga  Dua Kali Rapat Sia-sia, Status Kepemilikan Pulo Cangkir Masih Misterius

PT KAI mencatat hingga Selasa (28/4), jumlah korban meninggal dunia sebanyak 15 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Prabowo Turunkan 1.000 Perwira TNI Edukasi Pencegahan Karhutla
TEMUAN SELAKU PENYULUH KARHUTLA DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
Pos Gizi Diperkuat, Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Stunting Berbasis Masyarakat
Perkuat Pencegahan Karhutla, Tim Satgas Mabes TNI Berikan Edukasi Intensif kepada Masyarakat Kapuas Hulu
Wushu Tambah Tiga Medali Perunggu Untuk Indonesia
Perkuat Kapasitas Anggota, RAPI Kabupaten Tangerang Audiens Dengan Bupati Maesyal Rasyid Bahas Bimbingan Organisasi

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:44 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Prabowo Turunkan 1.000 Perwira TNI Edukasi Pencegahan Karhutla

Jumat, 25 September 2026 - 17:45 WIB

TEMUAN SELAKU PENYULUH KARHUTLA DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kamis, 24 September 2026 - 22:01 WIB

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Kamis, 24 September 2026 - 09:17 WIB

Perkuat Pencegahan Karhutla, Tim Satgas Mabes TNI Berikan Edukasi Intensif kepada Masyarakat Kapuas Hulu

Berita Terbaru

Berita

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026 - 14:44 WIB