LENSABUMI.COM
KABUPATEN TANGERANG – Ketua RW 09 Graha Indira Perumahan Citra Raya, Medy Johansyah, meluruskan isu yang beredar terkait dugaan pelarangan wartawan masuk ke ruang produksi PT Kobe Kujira Mandiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Nonce Thendean.
Pabrik tersebut berlokasi di Kawasan Industri Milenium, Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Medy Johansyah menegaskan bahwa kabar yang beredar di media sosial tersebut adalah kesalahpahaman dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, tidak ada tindakan dari legislator tersebut untuk menghalangi tugas jurnalistik.
”Isu itu tidak benar. Kami selaku pengurus lingkungan meluruskan bahwa situasi sebenarnya tidak seperti yang dituduhkan,” ujar Medy Johansyah kepada media, Rabu (12/8/2026).
Medy menjelaskan bahwa area produksi perusahaan memiliki standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan higienitas yang sangat ketat. Pembatasan akses masuk murni karena aturan regulasi industri, bukan karena aksi larangan terhadap rekan-rekan media.
Medy menambahkan, dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa akan dilakukan kunjungan monitoring kedalam ruang produksi untuk melihat proses produksi di PT Kobe.
”Namun dikarenakan kunjungan dilakukan saat produksi berjalan, PT Kobe menyatakan bahwa pengunjung terbatas dan silahkan mendaftarkan diri dengan tidak membawa kamera karena menjaga SOP dan melindungi teknologi produksi yang dipakai, ” tambah medy.
Dewan Nonce Thendean hadir di lokasi tersebut dalam rangka kunjungan kerja Monitoring dan evaluasi PT Kobe, terkait aspirasi warga, yang diduga melakukan pengolahan limbah B3 dan mengakibatkan pencemaran udara serta bau menyengat yang berdampak bagi kesehatan warga sekitar.
”Medy berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap menjaga situasi kondusif di wilayah Cikupa.” pungkasnya.
Kata Medy Johansyah, dirinya mengucapkan terimakasih dan beri apresiasi kepada Dewan Nonce Thendean, karena telah mengawal dan memfasilitasi warga sejak mulai dari RDP di gedung DPRD hingga melakukan monitoring kedalam pabrik tersebut bersama-sama warga yang terdampak. (Bagas)






