LAPBAS dan LSBSN Desak Polresta Tangerang Ungkap Pelaku Pengeroyokan

Kamis, 20 November 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

Kab.Tangerang, Lensabumi.com – Upaya mencari keadilan atas kasus pengeroyokan yang menimpa Ilham Candra Prima aktivis kecamatan tigaraksa atau yang akrab disapa Keong, terus berlanjut. Setelah sebelumnya membuat laporan resmi ke Polresta Tangerang pada Jumat, 14 November 2025, kini rombongan dari dua organisasi besar kembali mendatangi Polresta Tangerang untuk mempertanyakan perkembangan Laporan.

Pada Kamis, 20 November 2025, Ketua Umum DPP Lembaga Satu Bumi Satu Negeri (LSBSN), Susetyo Yuli Ristanto, SH., MH, bersama Ketua Ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) DPC Kabupaten Tangerang, Teguh Eko Sarwono, mendampingi Keong selaku korban dan ketua LSBSN DPC Kabupaten Tangerang sekaligus pengurus Ormas LAPBAS.

Kedatangan mereka ke Unit Resmob Polresta Tangerang bertujuan untuk menanyakan secara langsung tindak lanjut laporan pengeroyokan yang terjadi di Cafe Sopo Sanggar, Tigaraksa lokasi yang dikenal rawan keributan dan berulang kali menjadi titik kejadian kekerasan.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD, Bupati Tangerang Respon Sejumlah Program Prioritas

Namun, saat rombongan tiba, Kanit Resmob disebut sedang berada di luar kantor sehingga dialog resmi belum dapat dilakukan.

Ketua Umum DPP LSBSN, Susetyo Yuli Ristanto, mengeluarkan pernyataan keras sebagai bentuk kekecewaan sekaligus dorongan agar aparat penegak hukum bergerak cepat.

“Kami tidak ingin kasus ini menguap. Korban sudah melapor sesuai prosedur, dan aparat wajib menindaklanjuti tanpa menunda.”

Susetyo menegaskan bahwa LSBSN tidak akan tinggal diam jika proses hukum dirasa stagnan, “Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Jika ada pihak-pihak yang mencoba menghambat proses hukum, kami akan mengambil langkah hukum lanjutan dan mengawalnya sampai tuntas.”

Baca Juga  Semangat Kebersamaan, Keluarga Besar "DJOKER" Tangerang Bagikan 1.000 Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama ‎

Ia juga menyoroti lokasi kejadian yang berada tepat di depan kompleks pemerintahan Kabupaten Tangerang, “Ironis. Kejadian pengeroyokan bisa berulang di tempat yang begitu strategis. Ini menunjukkan adanya celah penegakan hukum yang perlu dibenahi.”

Ketua LAPBAS DPC Kabupaten Tangerang, Teguh Eko Sarwono, mengeluarkan pernyataan yang tidak kalah lantang, “LAPBAS berdiri untuk membela anggotanya yang diperlakukan tidak adil. Kami menuntut kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku pengeroyokan Keong.”

Teguh menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi jalannya proses hukum hingga benar-benar diproses sesuai ketentuan. “Kami ingin proses yang profesional, transparan, dan tidak berlarut-larut. Kami akan datang lagi jika memang diperlukan.”

Baca Juga  Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Ahok: “Kan Terbukti Nggak Ada Oplosan”

Ilham Candra Prima mengaku hanya ingin mendapatkan keadilan sesuai hukum yang berlaku. “Saya berharap kasus ini tidak mandek. Saya hanya ingin pelaku diproses sesuai hukum, agar tidak ada kejadian serupa menimpa orang lain.”

Ia menegaskan bahwa dirinya siap memberikan keterangan tambahan kapan pun penyidik membutuhkan.

Hingga kini, pihak Polresta Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan. Namun rombongan LSBSN dan LAPBAS menegaskan akan terus melakukan pemantauan.

Kedua organisasi menyatakan siap mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus mendorong aparat memastikan keamanan tempat hiburan malam yang kerap menjadi lokasi tindak kekerasan.

Berita Terkait

Albrian SH, Ketum Milenial Selatan Angkat Bicara Munculnya Salah Satu Kutipan Yang Di Duga Ditujukan Ke Zulhas
GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN
Gelar Bimtek, MUI Kabupaten Tangerang Harap Khitobah Inovatif serta Moderat dalam Berdakwah 
ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia
Jembatan Dibangun, 1.000 Pohon Ditanam: Polresta Tangerang Dorong Konektivitas dan Ketahanan Pangan untuk Masyarakat
Tingkatkan Kualitas Dakwah, MUI Kabupaten Tangerang Gelar Bimtek Khotib Profesional dan Inovatif
Karyawan Peternakan di Brebes Curi Empat Sapi Milik Majikan, Raup Rp121 Juta

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:59 WIB

Albrian SH, Ketum Milenial Selatan Angkat Bicara Munculnya Salah Satu Kutipan Yang Di Duga Ditujukan Ke Zulhas

Selasa, 21 April 2026 - 19:40 WIB

GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN

Selasa, 21 April 2026 - 15:22 WIB

ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut

Selasa, 21 April 2026 - 14:43 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia

Selasa, 21 April 2026 - 13:15 WIB

Jembatan Dibangun, 1.000 Pohon Ditanam: Polresta Tangerang Dorong Konektivitas dan Ketahanan Pangan untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Kepala Puskesmas Tanjung, Hero Irawan (tengah), berfoto bersama peserta usai kegiatan penyuluhan Tuberkulosis (TBC) anak dalam rangka peringatan Hari Kartini di Aula Puskesmas Tanjung, Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas Puskes Tanjung

Daerah

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:25 WIB

Petugas Lapas Brebes menandatangani ikrar deklarasi zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di Aula Dr. Sahardjo Lapas Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas

Daerah

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 Apr 2026 - 16:27 WIB