Menurutnya, penguatan koperasi akan membuat aktivitas ekonomi tumbuh dari desa, kecamatan, hingga kabupaten sehingga manfaatnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

Ia menilai bahwa selama ini sebagian kekayaan yang dihasilkan rakyat belum sepenuhnya kembali kepada masyarakat.

Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat koperasi agar manfaat pembangunan ekonomi semakin dirasakan di tingkat akar rumput.

Baca Juga  Asa Pemulihan Bencana Warga Aek Parira dari Tenda Pengungsian

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan penguatan koperasi bukan berarti pemerintah mengabaikan peran pelaku usaha lainnya. Menurutnya, Indonesia memerlukan seluruh elemen ekonomi untuk mendorong pertumbuhan nasional.

“Saya ingatkan, kita tidak anti perusahaan besar. Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD. Kita butuh semuanya,” terangnya.

Kepala Negara menjelaskan seluruh pelaku ekonomi harus saling memperkuat sebagai bagian dari konsep Indonesia Incorporated yang mengedepankan sinergi antara koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), serta badan usaha milik daerah (BUMD).

Baca Juga  Indonesia vs Honduras: Saatnya petik tiga poin di Grup H

Ia juga menyebut bahwa koperasi merupakan salah satu sokoguru perekonomian nasional sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa. Oleh karena itu, penguatan koperasi harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor-sektor ekonomi lainnya.

“Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain, no. Kita perkuat semuanya. Saudara-saudara sekalian Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini,” pungkasnya.