Asa Pemulihan Bencana Warga Aek Parira dari Tenda Pengungsian

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harapan itu timbul karena sudah lebih dari sebulan mereka menetap di tenda darurat beralaskan terpal. Beberapa warga mengeluhkan rumahnya yang hancur dan material bawaan banjir yang menutupinya.

Tidak ada penanganan. Mereka pun mulai tidak betah, dan tidak mau selamanya tinggal di pengungsian.Erni, warga dari Gang Karya, Lingkungan 4, salah satunya. Di pengungsian dia dia tidur di atas tikar bersama tiga anak dan suaminya.

Harta benda mereka rusak, terendam lumpur dan air sungai yang meluap. “Saat banjir datang, hanya kepikiran menyelamatkan diri, apapun tidak ada yang terbawa. Kami mengungsi tidur di masjid dan baru kembali seminggu ini, karena tidak enak rasanya kalau terus-terusan tidur di masjid,” katanya.

Baca Juga  Dukung Kreativitas Pemuda, H. Yaya Amsori Apresiasi Open Tournament Volleyball Piala Bersama RW 06 Cisoka Indah Regensi ‎

Dia mendapat pasokan makanan cukup dari dapur umum selama di pengungsian tetapi  karena semua mulai terjatah, anak-anak pun mulai merasa lapar. “Saya pernah meminta mie instan sebungkus karena anak kelaparan dan tidak diizinkan. Akhirnya saya dan beberapa warga memilih kembali ke rumah, kami tahan-tahankan-lah, terpenting di rumah sendiri.”

Sekarang dia tinggal di rumah yang belum rapi. Tidur pun hanya beralaskan tikar. Dia berusaha menata diri setelah bencana dengan mencuci pakaian yang masih layak. Itu pun menggunakan air sungai berwarna cokelat di belakang rumah.

Perbaikan rumah

Baca Juga  Polantas Polres Brebes Menyapa: Edukasi Masyarakat saat Uurus Registrasi Kendaraan

Selain kesulitan air bersih, warga perlu perbaikan rumah dan pembersihan material yang terbawa banjir. Erni masih bisa kembali ke rumah, namun tidak demikian dengan beberapa orang yang kehilangan tempat tinggal.

Menurut Mustar, banjir dan longsor menyebabkan 12 rumah hilang atau rata dengan tanah, dan delapan rusak berat. “Lainnya masuk rusak ringan.”Risnawati Sagala kehilangan rumah. Kayu dan batu yang terbawa air turut menyapu kediamannya. Kejadian itu, hanya berlangsung dalam hitungan detik. “Rumah kami hancur semua, sudah tidak punya apa-apa,” katanya.

Perempuan 51 tahun itu bilang, bantuan makanan dan sembako pada warga sudah lebih dari cukup. Mereka berharap mendapat bantuan untuk membangun rumah kembali atau membersihkan material yang terbawa banjir. Kegelisahan soal tempat tinggal, rasa aman dan bagaimana memulai kembali hidup dari nol. Suaminya,  merupakan buruh harian lepas masih belum bekerja. Mereka memiliki dua anak berusia di bawah 10 tahun.

Baca Juga  Gedung DPR berlakukan pemadaman lampu demi efisiensi energi

“Masih memikirkan rumah yang tinggal lantai. Kami sudah pasrah dan menerima, hanya saja tidak mungkin kan selamanya kami tinggal di posko pengungsian.” Bencana ini menjadi yang terparah bagi warga Aek Parira. Warga, katanya, tidak menyangka sungai kecil dari hulu bisa membawa banjir bandang yang hebat, hingga meluap merendam pemukiman.

 

Berita Terkait

Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez
Puskesmas Tigaraksa Gelar Cek Kesehatan Gratis di SDIT Ruhul Jadid, Siswa Kelas 1–6 Jadi Sasaran
Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi
Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Untuk Penanganan Kekeringan di Pakisjaya, Karawang
Sambut Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang, RSUD Tigaraksa Gelar Sunatan Massal
Epson Bawa SureColor V4000, Printer UV Flatbed untuk Beragam Kebutuhan Bisnis
RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK
Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Puskesmas Tigaraksa Gelar Cek Kesehatan Gratis di SDIT Ruhul Jadid, Siswa Kelas 1–6 Jadi Sasaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kementerian PU Kerahkan 20 Pompa Untuk Penanganan Kekeringan di Pakisjaya, Karawang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Sambut Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang, RSUD Tigaraksa Gelar Sunatan Massal

Berita Terbaru