SIPJAMAN Percepat Penanganan Jalan di Brebes, Hasil Panen Kian Lancar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Brebes, Wurja meresmikan tim TRC DPU Brebes. Foto:ist

Wabup Brebes, Wurja meresmikan tim TRC DPU Brebes. Foto:ist

Brebes, Lensabumi.com – Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperkuat infrastruktur jalan sebagai penopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Strategi Sistem Prioritas Jalan Mantap (SIPJAMAN) yang diharapkan mampu mempercepat penanganan kerusakan jalan, sehingga mobilitas warga dan distribusi hasil panen menjadi semakin lancar. Program itu diluncurkan Wakil Bupati Brebes Wurja di Aula Lantai 5 KPT Brebes, Kamis (6/8/2026).

 

Peluncuran SIPJAMAN dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta pengukuhan Tim Reaksi Cepat (TRC) Jalan sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam penanganan infrastruktur di Kabupaten Brebes.

 

Wakil Bupati Brebes Wurja mengatakan, SIPJAMAN merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan jalan-jalan di Brebes semakin baik, kuat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sistem tersebut menjadi inovasi yang memungkinkan penanganan jalan berlubang dilakukan lebih cepat melalui laporan masyarakat.

Baca Juga  BPBD Brebes Launching SIPB, Kebencanaan Mudah Dipantau

 

“Ini sangat bagus. Teknik kerjanya berbasis aduan masyarakat. Ada jalan bolong, besok kita eksekusi. Tim TRC akan berkeliling sesuai laporan yang diterima sekaligus melakukan pemantauan di lapangan,” ujar Wurja.

 

Ia menjelaskan, pola penanganan cepat tersebut diprioritaskan untuk kerusakan ringan seperti jalan berlubang. Sementara ruas jalan yang mengalami kerusakan berat tetap membutuhkan perencanaan matang serta dukungan anggaran yang lebih besar.

 

“Kalau jalan rusak berat tentu perlu anggaran yang besar dan estimasi yang matang. Penanganannya harus melalui proses perencanaan pembangunan,” katanya.

 

Menurut Wurja, jalan bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan urat nadi kehidupan ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang mantap akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, SIPJAMAN disusun untuk memprioritaskan ruas-ruas jalan yang menopang kawasan produktif pertanian sebagai bagian dari program unggulan daerah Beresi Dalan.

Baca Juga  Polresta Tangerang Tangkap Pria Diduga Lakukan Kekerasan Seksual di Sukadiri

 

“Melalui SIPJAMAN, kita menata prioritas secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan. Kita ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak, terutama untuk mendukung kawasan-kawasan produktif pertanian dan ketahanan pangan,” tegasnya.

 

Wurja juga mengapresiasi sinergi yang dibangun melalui penandatanganan MoU Forum TJSLP dan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.

 

“Saya berharap Tim Reaksi Cepat Jalan Mantap dapat bekerja sigap, responsif, dan hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Kecepatan penanganan akan sangat menentukan kepercayaan publik kepada kita semua,” ungkapnya.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes Dani Asmoro menjelaskan, SIPJAMAN lahir sebagai strategi untuk menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, sehingga penanganan jalan dapat dilakukan berdasarkan skala prioritas. Program ini diharapkan mampu mewujudkan perencanaan pembangunan jalan yang lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menjadi media untuk menjawab aduan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan.

Baca Juga  Peringati HBP Ke-62, Lapas Brebes Gelar LABRE Idol untuk Warga Binaan

 

“SIPJAMAN menjadi sarana untuk merespons laporan masyarakat dengan lebih cepat. Target awal kami adalah menangani jalan-jalan berlubang sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Memang belum seluruh jalan rusak dapat ditangani sekaligus, sehingga dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas,” jelas Dani.

 

Ia menambahkan, keberhasilan SIPJAMAN juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat, baik dalam menyampaikan laporan kerusakan maupun mengawasi proses perbaikannya. Saat ini, kondisi kemantapan jalan Kabupaten Brebes mencapai sekitar 63 persen dari total panjang jalan sekitar 1.200 kilometer, sedangkan sisanya masih akan ditangani secara bertahap melalui strategi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.

 

 

Berita Terkait

Warga Binaan Lapas Brebes Panen 220 Kilogram Lele, Ikut Dorong Ketahanan Pangan
Lapas Brebes Gelar PORSENAP 2026, Bangun Karakter Warga Binaan Lewat Olahraga dan Seni
Perpustakaan Digital Brebes Diluncurkan, Warga Kini Bisa Akses Perpustakaan Digital Lewat Gawai
Sebanyak 26 Warga Binaan Lapas Brebes Diusulkan Peroleh Hak Integrasi
Lapas Brebes Perkuat Peran Sosial Lewat Program Jumat Berkah
Perkuat Upaya Cegah Stunting di Brebes, Dua Rumah Sakit Bersinergi Edukasi 200 Ibu Hamil
BGN Hentikan Sementara SPPG Sirampog Usai Ratusan Penerima MBG Alami Mual dan Diare
Audiensi dengan DPRD Brebes, Formagi Brebes Dorong Tata Kelola Sampah MBG Terintegrasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:29 WIB

SIPJAMAN Percepat Penanganan Jalan di Brebes, Hasil Panen Kian Lancar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:55 WIB

Warga Binaan Lapas Brebes Panen 220 Kilogram Lele, Ikut Dorong Ketahanan Pangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Lapas Brebes Gelar PORSENAP 2026, Bangun Karakter Warga Binaan Lewat Olahraga dan Seni

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Perpustakaan Digital Brebes Diluncurkan, Warga Kini Bisa Akses Perpustakaan Digital Lewat Gawai

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Sebanyak 26 Warga Binaan Lapas Brebes Diusulkan Peroleh Hak Integrasi

Berita Terbaru