Brebes, Lensabumi.com – Upaya pembinaan kepribadian terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes melalui pelaksanaan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang digelar pada Senin (19/1) pagi di Lapangan Blok Hunian Lapas Brebes. Kegiatan ini menjadi sarana penanaman nilai nasionalisme sekaligus momentum refleksi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Upacara dimulai pukul 07.45 WIB dan diikuti oleh seluruh Warga Binaan Lapas Brebes dengan pendampingan pejabat manajerial, staf, regu pengamanan, serta CPNS. Sebanyak 13 petugas upacara seluruhnya berasal dari Warga Binaan Pemasyarakatan, sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Brebes, Ayu Irfana Pramesti, menegaskan pentingnya pelaksanaan tiga kunci dasar pembinaan bagi Warga Binaan sebagai fondasi perubahan perilaku.
“Warga binaan harus memegang tiga kunci basic, yakni berkelakuan baik, aktif mengikuti seluruh program pembinaan, serta menunjukkan penurunan tingkat risiko. Ini menjadi indikator utama keberhasilan pembinaan di dalam lapas,” tegas Ayu Irfana dalam amanatnya.
Ayu juga mengajak Warga Binaan untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri dan memiliki tekad kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Perubahan itu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Jika itu dijaga, maka hasilnya akan terlihat,” tambahnya.
Kalapas Brebes, Gowim Mahali menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini merupakan bagian dari strategi pembinaan kepribadian yang berkelanjutan dan berorientasi pada perubahan sikap positif Warga Binaan.
“Melalui upacara ini, kami menanamkan nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Keterlibatan Warga Binaan sebagai petugas upacara juga menunjukkan kepercayaan dan hasil pembinaan yang terus kami dorong,” ujar Kalapas Brebes.
Lapas Brebes berkomitmen untuk terus melaksanakan pembinaan secara konsisten dan humanis, sebagai bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pidana sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.








