TANGERANG – Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) di lingkungan RW 06 Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat setempat, H. Rujit. Ia menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan pembangunan fisik gedung sementara akses jalan menuju lokasi tersebut masih belum tersedia.
H. Rujit menyatakan keheranannya atas perencanaan proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan gedung tanpa dibarengi akses infrastruktur jalan yang memadai hanya akan membuat gedung tersebut sulit dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
“Gedung malah dibangun duluan, tapi akses jalan tidak ada. Bagaimana masyarakat mau menggunakan fasilitas tersebut kalau jalannya saja sulit atau bahkan belum dibuka?” ujar H. Rujit saat memberikan keterangan kepada Lensa Bumi.
Kritik ini muncul di tengah upaya Pemerintah Kecamatan Tigaraksa yang sedang menyusun berbagai usulan program prioritas melalui mekanisme Musrenbang untuk tahun anggaran mendatang.
Warga berharap agar perencanaan pembangunan di Desa Bantar Panjang lebih mengedepankan skala prioritas yang logis, yakni infrastruktur dasar seperti jalan sebelum mendirikan bangunan fasilitas umum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bantar Panjang maupun dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai alasan di balik urutan prioritas pembangunan di wilayah RW 06 tersebut.
Masyarakat mendesak agar segera ada tindak lanjut untuk penyediaan akses jalan agar gedung yang sudah dibangun tidak menjadi aset yang mubazir. (GASS)








