Brebes, Lensabumi.com – Anggota Intel Kodim 0713 Brebes mengamankan seorang pria berinisial Didik Galuh Riyadi (42) di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Sabtu sore, (4/4/ 2026). Ia diduga menipu dengan menyamar sebagai anggota TNI AD berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) dari Kopassus.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 14.17 WIB di sebuah warung makan melalui operasi pancingan yang melibatkan korban dan Anggota Intel Kodim 0713/Brebes.
Korban, Imam Turmudi (49), sebelumnya melaporkan pelaku karena menjanjikan dapat membantu anaknya masuk Kopassus melalui jalur tidak resmi. “Pelaku mengaku anggota Kopassus dan menjanjikan bisa membantu anak saya,” kata Imam.
Dalam kesepakatan itu, pelaku meminta uang sebesar Rp66 juta. Namun, korban baru menyerahkan Rp40 juta. Hingga kini, janji tersebut tak pernah terealisasi. “Sudah saya berikan Rp40 juta, tapi tidak ada kejelasan. Alasannya selalu ditunda sampai 2027,” ujarnya.
Merasa tertipu, Imam berupaya meminta uangnya kembali. Namun pelaku justru menghindar dan sulit ditemui. Pada 1 April 2026, ia melaporkan kasus ini ke Unit Intel Kodim 0713/Brebes.
Anggota kemudian menyusun skenario penangkapan dengan metode pancingan. Pelaku diajak bertemu dengan dalih pelunasan menggunakan jaminan BPKB kendaraan. “Kami pancing dengan skenario tersebut,” ujar seorang petugas.
Saat pelaku datang ke lokasi yang telah ditentukan pada Sabtu sore, anggota langsung bergerak dan mengamankannya tanpa perlawanan. Ia kemudian dibawa ke Kodim 0713/Brebes untuk pemeriksaan awal.
Dari pemeriksaan sementara, Didik diketahui bukan anggota TNI, melainkan wiraswasta asal Purworejo, Jawa Tengah. Aparat menegaskan, modus ini termasuk penipuan yang mencatut nama institusi TNI.
“Ini bentuk penipuan dengan mengatasnamakan TNI dan merugikan masyarakat serta mencoreng nama baik institusi,” kata petugas.
Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Polres Brebes untuk proses hukum lebih lanjut setelah berkoordinasi dengan Subdenpom IV-1/Brebes.
Anggota intel Kodim Brebes mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran jalur instan masuk TNI. “Rekrutmen TNI dilakukan secara resmi dan transparan, tanpa pungutan biaya apa pun,” ujarnya.







