BNPB: 116 Korban Meninggal Dalam Bencana Di Sumut dan 42 Masih Dicari

Sabtu, 29 November 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan per Jumat terdapat 116 korban yang meninggal dalam bencana di Provinsi Sumatera Utara, dan sebanyak 42 orang masih dalam pencarian.

Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025), menjelaskan pada bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh, dampak terparah pada Sumatera Utara, terutama Tapanuli Tengah.

“Rinciannya Tapanuli Utara meninggal 11, Tapanuli Tengah meninggal 47, Tapanuli Selatan 32 meninggal dunia, Kota Sibolga ada 17 yang meninggal dunia, Humbang Hasundutan ada 6 meninggal dunia, kemudian Kota Padang Sidempuan ada 1, Pakpak Bharat ada 2,” katanya.

Baca Juga  Kemen PANRB Dorong Kinerja Kemenkumham Lewat Penguatan SDM dan Struktur

Adapun untuk Mandailing Natal hingga saat ini tidak dilaporkan ada yang meninggal. Dia mengatakan data akan terus diperbaharui, karena masih banyak lokasi-lokasi yang belum diakses, sehingga ada kemungkinan korban jiwa di lokasi-lokasi itu.

Terkait pengungsian, sebanyak lebih dari 1000 keluarga mengungsi. Untuk Tapanuli Utara, kata dia, titik pengungsian sementara terpusat satu titik di jalur yang menghubungkan Tarutung ke Sibolga.

“Ada bangunan gereja di sana, dipakai untuk mengungsi, dicek sekitar ada 600 Kepala Keluarga (KK),” katanya.

Baca Juga  Indonesia Lolos Final AFC Futsal 2026, Media Vietnam Sebut Kejutan Besar

Kemudian di Tapanuli Tengah sebanyak 1.100 KK mengungsi di fasilitas milik pemerintah daerah (pemda).

“Tetapi kalau siang kami hitung, kami cek sekitar 600, karena pada saat siang sebagian masyarakat yang mengungsi juga mengecek dan membantu membuka jalur-jalur yang masih putus,” kata Suharyanto.

Adapun untuk Tapanuli Selatan ada sekitar 250 KK, untuk kota Sibolga sekitar 200 KK, dan Humbang Hasundutan ada 150 KK.

“Sementara untuk Mandailing Natal, ini tersebar ada di lima titik tempat pengungsian, ini kami hitung sekitar 1.500 KK,” kata Suharyanto.

Baca Juga  15 Desa Terbaik Terima Penghargaan Dalam Penanganan Stunting

Dalam kesempatan itu Suharyanto menjelaskan untuk jalur komunikasi dan transportasi per Jumat kondisinya di Sumatera Utara relatif lebih baik dibandingkan tiga hari sebelumnya.

“Yang pertama yang masih terus kita berusaha tembus adalah jalur dari Tapanuli Utara atau Tarutung menuju Sibolga. Ini adalah urat nadi atau jalan yang sangat vital, tetapi sekarang masih proses untuk pembukaan, dibuka oleh satgas gabungan,” kata Kepala BNPB Suharyanto.

Berita Terkait

Lapas Brebes Gelar Program Brambang, Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga
BAZNAS Kabupaten Tangerang Bersama PT Paragon Salurkan Zakat Maal 250 Juta ‎
Kapolresta Tangerang Buka Puasa Bersama Tahanan, Momentum Introspeksi di Bulan Ramadan
G7 bahas stabilisasi pasar minyak global akibat konflik Iran
Antisipasi Pungli Calo Tenaga Kerja, PT. Lung Cheong Harapkan Masyarakat Segera Melapor
Polsek Warunggunung Klarifikasi Penanganan Dugaan Peredaran Rokok Ilegal, Kasus Dilimpahkan ke Bea Cukai
AHY: 93,5 persen jalan nasional siap layani mudik 2026
Situasi Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Merak Terpantau Lancar

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:45 WIB

Lapas Brebes Gelar Program Brambang, Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:09 WIB

BAZNAS Kabupaten Tangerang Bersama PT Paragon Salurkan Zakat Maal 250 Juta ‎

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:32 WIB

Kapolresta Tangerang Buka Puasa Bersama Tahanan, Momentum Introspeksi di Bulan Ramadan

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:10 WIB

G7 bahas stabilisasi pasar minyak global akibat konflik Iran

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:20 WIB

Antisipasi Pungli Calo Tenaga Kerja, PT. Lung Cheong Harapkan Masyarakat Segera Melapor

Berita Terbaru