Brebes, Lensabumi.com — Upaya mendukung dan memperkuat Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan lebih fokus pada Kemandirian pangan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes melalui pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, bersama jajaran pejabat manajerial turun langsung meninjau area budidaya perikanan lele yang menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian warga binaan pemasyrakatan, Kamis (07/05/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kalapas Mudo fokus mengecek kondisi kolam lele, sistem perawatan, kebersihan area budidaya, hingga kesiapan sarana pendukung guna memastikan program berjalan optimal dan produktif. Selain area perikanan, jajaran juga melakukan monitoring terhadap lahan dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan SAE Lapas Brebes.
Mudo Mulyanto menegaskan bahwa budidaya lele memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Oleh karena itu, Mudo Mulyanto meminta seluruh jajaran melakukan percepatan pengembangan serta perawatan area SAE secara maksimal.
“Budidaya lele ini harus dikelola dengan serius dan berkelanjutan. Kebersihan kolam, kualitas perawatan, dan pengawasan harus diperhatikan agar hasilnya optimal. SAE harus menjadi program yang produktif dan memberikan manfaat Nyata,” tegas Mudo Mulyanto.
Selain melakukan kontrol dan evaluasi, Kalapas turut mendorong keterlibatan aktif warga binaan dalam pengelolaan budidaya lele maupun sektor pertanian lainnya agar mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Melalui monitoring langsung ini, Lapas Brebes menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berdampak positif dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas pembinaan pemasyarakatan yang Prima.






