Puluhan Tahun Kolaps, Kades Kutruk Kritik Pemda dan Desak DPRD Kawal Kasus Perumahan Asabri

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSABUMI.COM

‎TANGERANG – Kepala Desa Kutruk, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap respons pemerintah daerah terkait penanganan Perumahan Asabri yang mangkrak.

‎Hal itu disampaikan pada saat menghadiri kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten. Rabu 17 Juni 2026.

‎Proyek perumahan yang ditujukan bagi purnawirawan dan masyarakat tersebut diketahui telah kolaps selama puluhan tahun, meninggalkan infrastruktur yang rusak serta ketidakpastian hukum bagi para penghuninya.

‎”Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang terkesan abai dan lamban dalam menangani masalah ini. Ini bukan persoalan satu atau dua tahun, tapi sudah puluhan tahun warga kami hidup dalam ketidakpastian tanpa ada solusi nyata dari Pemda,” ujar Kepala Desa Kutruk saat menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga  Uni Eropa Siap Dukung Rekonstruksi Gaza

‎Menurutnya, dampak dari kolapsnya proyek perumahan ini sangat merugikan warga lokal. Selain masalah legalitas tanah dan bangunan yang menggantung, fasilitas umum (fasum) serta fasilitas sosial (fasos) di kawasan tersebut telantar tanpa adanya perawatan dari pihak pengembang maupun pengambilalihan aset oleh pemerintah daerah.

‎”Bahkan Pemerintah Desa Kutruk tidak bisa membangun diwilayah tersebut menggunakan Dana Desa, “ungkapnya.

Baca Juga  Bulakamba Jadi Pilot Project Kecamatan Berdaya

‎Melihat kebuntuan yang terjadi, Kepala Desa Kutruk meminta para anggota Dewan untuk tidak tinggal diam. Ia mendesak para wakil rakyat menggunakan fungsi pengawasan mereka secara maksimal guna mengusut serta menyelesaikan benang kusut perumahan tersebut.

‎”Kami meminta dengan sangat kepada anggota dewan yang terhormat untuk mengawal aspirasi warga Kutruk ini hingga tuntas. Tolong suarakan ini ke Pemerintah Daerah bahkan ke tingkat yang lebih tinggi, baik ke kementerian terkait maupun institusi yang bertanggung jawab atas aset Asabri,” tegasnya.

Baca Juga  Rilis Akhir Tahun 2025 Polresta Tangerang: Angka Kriminalitas Turun 16,6 Persen

‎Warga setempat berharap, dengan adanya dorongan politik dari lembaga legislatif, pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera memanggil pihak-pihak bertanggung jawab guna memberikan kepastian hak kepemilikan dan perbaikan fasilitas publik di wilayah Perumahan Asabri tersebut. (Gass)

Berita Terkait

Semarak HUT Ke-81 RI Desa Gembong, Wakil Bupati Intan Ajak Wagar Isi kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong
Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla
Iwan Firmansyah Hadiri Ritual Ketjeran Tjimande, Pemkab Tangerang Dorong Pelestarian Budaya dan Karakter Generasi Muda
Tiga Matel yang Diduga Peras Santri di Cikupa Dibekuk Polisi, Modusnya Tuduh Motor Curian
BNPB: Jaringan Telekomunikasi-Air Bersih di NTT Masih Diakselerasi
Pimpin Apel HUT ke-65 Bupati Maesyal Rasyid Dorong Anggota Pramuka Jadi Pemimpin Masa Depan
Bachtiar Oktaffiandi Jadi Kasi Binadik dan Giatja Lapas Brebes, Pembinaan Berlanjut
Gerakan Beriklan di Media Lokal, SMSI Tangsel Soroti Satuan Harga Iklan Tiap OPD

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Semarak HUT Ke-81 RI Desa Gembong, Wakil Bupati Intan Ajak Wagar Isi kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:02 WIB

Iwan Firmansyah Hadiri Ritual Ketjeran Tjimande, Pemkab Tangerang Dorong Pelestarian Budaya dan Karakter Generasi Muda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Tiga Matel yang Diduga Peras Santri di Cikupa Dibekuk Polisi, Modusnya Tuduh Motor Curian

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:20 WIB

BNPB: Jaringan Telekomunikasi-Air Bersih di NTT Masih Diakselerasi

Berita Terbaru