Gurita dari Laut yang Terjaga

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gurita bukan hanya hewan yang terkenal dengan kecerdasan dan kemampuan kamuflasenya yang luar biasa. Bagi Indonesia,  satwa moluska dari kelas Cephalopoda ini merupakan salah satu produk andalan ekspor.

Permintaan pasar luar negeri tinggi terhadap gurita.  Indonesia salah satu eksportir  dunia. Gurita Indonesia mengalir ke berbagai negara seperti Jepang, Italia, China, Amerika Serikat. Kondisi ini juga berimplikasi penangkapan di lapangan.

Demi mengejar  tangkapan banyak, tak jarang praktik-praktik merusak pun terjadi. Dari gunakan alat tangkap berbahaya maupun ketika proses penangkapan merusak ekosistem laut, seperti terumbu karang dan lain-lain. Kalau ini terus terjadi, tentu membahayakan bagi keberlanjutan  juga, ekosistem rusak, gurita pun sulit ditemukan.

Baca Juga  Rayakan HUT BRI ke-130 dengan Antusias, BRI Cabang Jakarta Daan Mogot Gelar Potong Tumpeng sebagai Simbol Kebersamaan

Nelayan-nelayan banyak  yang mengkhawatirkan itu. Sebagian dari mereka sudah menerapkan praktik-praktik penangkapan  dengan alat-alat sederhana dan ramah ekosistem laut maupun lewat praktik buka tutup, yang memberikan jeda untuk berkembang.  Cara-cara ini memperlihatkan hasil tangkapan gurita bisa terus terjaga dari laut yang tak rusak.

Berawal dari keresahan

Secara turun temurun, nelayan di Pototano  terkenal sebagai spesialis penangkap gurita. Pengetahuannya mereka warisi dari nenek moyang mereka.

Baca Juga  Warga Kejobong Jatuh dari Pohon Kelapa Tewas

“Kami ini memang ahlinya, sejak dahulu,” kata Mahari sembari menyeka keringat.

Awalnya, di Selat Alas, hanya mereka yang menangkap gurita. Sejak permintaan gurita makin meningkat mulai 2018 terutama untuk ekspor, banyak nelayan dari daerah lain masuk ke sana.

“Saat gempa Lombok (2018), permintaan banyak. Pengepul berdatangan,” kata  Amirudin yang saat itu juga berpatroli bersama rekan-rekan yang lain.

Terdorong permintaan yang terus meningkat, penangkapan  pun kian masif. Begitu juga jumlah nelayan, terus bertambah. Tak jarang, demi memenuhi ambisi pasar, penangkapan  oleh nelayan gunakan cara-cara yang tak ramah.

Baca Juga  BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Gelar Latihan Badminton Rutin untuk Jaga Kebugaran dan Kebersamaan Insan BRILiaN

“Bom ikan dan potasium. Kebanyakan kami pakai itu dulu. Kami juga menyelam dan menggunakan linggis untuk mencungkil rumahnya,” cerita Amirudin sembari melempar pancing.

Lambat laun, penggunaan alat tangkap tak ramah dan  penangkapan masif  tanpa jeda.  Hingga para nelayan mulai merasakan  hasil tangkapan  tak sebanyak dulu. Begitu juga dengan bobot makin turun.

“Kalau dahulu, setiap orang bisa dapat sampai 10 kilogram dalam sehari,” kenang Mahari, mengingat-ingat masa jayanya gurita di Selat Alas.

Berita Terkait

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten
Kebakaran Kandang 3 Ekor Kambing Mati Terbakar Desa Bojongsari
Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Rumah Bu Laila Segera Dibangun
Bupati Tangerang Lepas Peserta Fun walk Semarak HUT RI di Panongan
Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar RT di Rancabuaya, Bupati Tangerang: Utamakan Sportivitas dan Kebersamaan
HUT ke-3 Lensabumi.com, Dorong Pers Tetap Berintegritas di Tengah Disrupsi Artificial Intelligence
Bupati Tangerang Dampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Warga Kejobong Jatuh dari Pohon Kelapa Tewas

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Kebakaran Kandang 3 Ekor Kambing Mati Terbakar Desa Bojongsari

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Rumah Bu Laila Segera Dibangun

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Bupati Tangerang Lepas Peserta Fun walk Semarak HUT RI di Panongan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar RT di Rancabuaya, Bupati Tangerang: Utamakan Sportivitas dan Kebersamaan

Berita Terbaru