Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni Bagi Nelayan Dan Dorong Penataan Kawasan Pesisir Terintegrasi ‎

Kamis, 16 April 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


‎LENSABUMI.COM
‎TANGERANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi atas pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4/26).

‎Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menko AHY ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang bersama jajaran kementerian terkait, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.

‎Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung hasil pembangunan rumah terintegrasi hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta.

‎“Ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, dalam menghadirkan kawasan hunian yang lebih layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.

‎Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat. Di Desa Tanjung Anom, telah dibangun sebanyak 110 unit rumah layak huni bagi nelayan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk Habitat for Humanity dan koperasi setempat. Sementara itu, di kawasan Ketapang Aquaculture, terdapat sekitar 127 rumah yang telah ditata menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif.

‎“Kita ingin memastikan kawasan ini tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga produktif. Para nelayan bisa meningkatkan nilai ekonomi, sementara keluarga juga dapat mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah,” jelasnya.

‎Selain itu, Menko AHY juga meninjau kawasan mangrove di Desa Ketapang yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap abrasi sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan (ecotourism) dan olahraga (sport tourism).

‎“Penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir. Ke depan, kawasan ini juga bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

‎Program penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi kawasan kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), serta didukung oleh pendanaan APBN, APBD, dan sinergi lintas sektor.

‎Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menjalankan program bedah rumah melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin) dengan target pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun.

‎Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan Menko AHY terkait penyediaan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, serta fasilitas penunjang lainnya guna memperkuat kawasan pesisir.

‎“Program 1.000 rumah layak huni akan terus kami lanjutkan hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan hunian yang layak. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

‎Pihaknya berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak, diharapkan penataan kawasan pesisir di Kecamatan Mauk dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

‎“Harapan kami, semoga sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan swasta ini terkait penataan kawasan pesisir dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir yang tidak hanya membangun hunian yang layak tapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya

‎(Red/Bagas)

Baca Juga  BRI KC Serang Gelar Senam Pagi, Dukung Budaya Kerja Sehat untuk Tingkatkan Produktivitas

Berita Terkait

DPD GMNI: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Komersialisasi Pulau
Aida Hubaedah Dampingi Kunjungan Ketum AHY di Mauk, Pantau Transformasi Kampung Nelayan
Harga BBM April 2026 Tetap Stabil, Pemerintah Redam Gejolak Energi Global
Kejari Kabupaten Tangerang Eksekusi 63 Barbuk Perkara Inkrah, Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai Dimusnahkan
Sat Binmas Polres Brebes Laksanakan Pembinaan Satkamling, Perkuat Peran Masyarakat Jaga Kamtibmas
Wakili Bupati, Ineke Sampaikan PMI Mitra Strategis Penanganan Masalah Sosial dan Kebencanaan
Lapas Brebes Usulkan 11 Warga Binaan Dapat Integrasi, 7 Jadi Tamping Dapur
Wujudkan Kuliah Gratis, Pemkab Tangerang Kembali Buka Beasiswa Tangerang Gemilang 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:24 WIB

Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni Bagi Nelayan Dan Dorong Penataan Kawasan Pesisir Terintegrasi ‎

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

DPD GMNI: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Komersialisasi Pulau

Kamis, 16 April 2026 - 14:33 WIB

Aida Hubaedah Dampingi Kunjungan Ketum AHY di Mauk, Pantau Transformasi Kampung Nelayan

Kamis, 16 April 2026 - 13:03 WIB

Harga BBM April 2026 Tetap Stabil, Pemerintah Redam Gejolak Energi Global

Kamis, 16 April 2026 - 12:45 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Eksekusi 63 Barbuk Perkara Inkrah, Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai Dimusnahkan

Berita Terbaru