MIRIS. ! Dibawah Bayang-Bayang Narkoba, Lembaga GRANAT Kabupaten Tangerang Seolah “Anak Tiri” di Rumah Sendiri

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3968x2976-0-0-{}-0-24#

0-3968x2976-0-0-{}-0-24#


‎TANGERANG – Di tengah ancaman peredaran narkotika yang kian masif di wilayah Kabupaten Tangerang, sebuah pemandangan kontras terlihat pada eksistensi Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC GRANAT) Kabupaten Tangerang.

Lembaga yang secara struktural diharapkan menjadi ujung tombak edukasi dan pencegahan ini justru terkesan berjalan terseok-seok akibat minimnya atensi nyata dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

‎Padahal, pada Mei 2025 lalu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid sempat menghadiri pelantikan pengurus dan menyerukan sinergi kuat untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba.

‎Namun, memasuki awal 2026, janji manis sinergi tersebut dinilai belum menyentuh aspek krusial operasional lembaga.
‎Anggaran Fantastis, Tapi Bukan untuk Pencegahan?

‎Sangat ironis melihat APBD Kabupaten Tangerang 2026 yang mencapai Rp8,62 triliun tertinggi di Banten, namun dukungan terhadap lembaga pegiat anti-narkoba seperti GRANAT masih sangat terbatas.

‎Kondisi ini diperparah dengan beberapa fakta di lapangan oleh Minimnya Fasilitas. GRANAT didorong untuk membentuk pengurus hingga tingkat PAC dan Ranting namun dukungan sarana dan prasarana dari Pemkab dianggap belum sebanding dengan beban tugas tersebut.

‎‎GRANAT Banten sebelumnya sempat melontarkan kritik keras terhadap kinerja Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang pasca penemuan pabrik sabu di Cisauk, yang menunjukkan bahwa pengawasan di wilayah ini memang masih lemah.

‎Dari segi Efisiensi Anggaran, Adanya pemangkasan dana transfer daerah sebesar Rp620 miliar membuat banyak kegiatan pendukung organisasi kemasyarakatan ikut “tercekik” demi memprioritaskan proyek fisik lainnya.

‎Beberapa penggiat merasa GRANAT hanya dijadikan “aksesori” saat seremonial pelantikan saja. Begitu acara usai, perjuangan melawan bandar dan edukasi masyarakat kembali menjadi beban mandiri organisasi.

‎”Kami diminta berperan aktif, tapi gerak kami dibatasi oleh keterbatasan operasional,” keluh Ketua Denny Setiawan.

‎Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap Bupati Tangerang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga dukungan riil melalui Daftar Kegiatan Strategis Daerah agar peredaran narkoba tidak semakin merajalela di wilayah seribu industri ini. (Gass)

Baca Juga  Bupati Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026

Berita Terkait

Kodim Brebes Lepas 10 Truk untuk Koperasi Merah Putih, Perkuat Distribusi Produk Desa
Pemprov DKI Dan BMKG Bangun Sistem Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat
Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa
BARAKALLAH FII UMRIK H. WAWAN SUMARWAN, S.H (06-06-2026)
Ubah Citra Bertani Jadi Keren, Kabupaten Tangerang Gencarkan Sistem Integrated Farming
Kurang dari 24 Jam, Polresta Tangerang Ungkap Tawuran yang Tewaskan Satu Pelajar di Sindang Jaya
Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika
BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:49 WIB

Kodim Brebes Lepas 10 Truk untuk Koperasi Merah Putih, Perkuat Distribusi Produk Desa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:30 WIB

Pemprov DKI Dan BMKG Bangun Sistem Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:27 WIB

Polresta Tangerang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pedagang Cilok di Cikupa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:52 WIB

BARAKALLAH FII UMRIK H. WAWAN SUMARWAN, S.H (06-06-2026)

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:36 WIB

Ubah Citra Bertani Jadi Keren, Kabupaten Tangerang Gencarkan Sistem Integrated Farming

Berita Terbaru

Berita

BARAKALLAH FII UMRIK H. WAWAN SUMARWAN, S.H (06-06-2026)

Sabtu, 6 Jun 2026 - 07:52 WIB