Brebes, Lensabumi.com – Penggunaan mobil siaga di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, menuai keluhan warga. Kendaraan yang semestinya disiapkan untuk layanan darurat itu disebut kerap tidak tersedia saat dibutuhkan.
Sejumlah warga menilai mobil siaga lebih sering dipakai untuk aktivitas Kepala Desa, baik urusan dinas maupun keperluan pribadi. Kondisi ini dinilai menggeser fungsi utama kendaraan sebagai sarana evakuasi warga sakit maupun penanganan kondisi darurat.
“Kalau ada warga sakit mendadak dan butuh dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit, mobilnya sering tidak ada. Katanya sedang dipakai Pak Kades,” ujar Karyadi, warga setempat, Sabtu, (11/4/ 2026).
Menurut dia, dalam beberapa kasus warga terpaksa meminjam mobil siaga dari desa tetangga seperti Randusanga Wetan dan Kedunguter. Situasi itu dinilai menyulitkan, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.
Keluhan juga datang dari tokoh masyarakat, Imam Khambali. Ia menyoroti lambatnya pelayanan administrasi di kantor desa. Warga, kata dia, kerap kesulitan mendapatkan tanda tangan kepala desa untuk berbagai keperluan.
“Baik untuk urusan umum maupun pribadi, seperti izin hajatan, pengajuan pinjaman bank, atau persyaratan melamar kerja, sering terkendala karena kepala desa tidak berada di kantor,” ujarnya.
Ia juga menyebut pengajuan program pembangunan desa dari masyarakat sulit mendapat persetujuan, kecuali dikerjakan langsung oleh pihak pemerintah desa.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Randusanga Kulon Afan Setiono menyatakan penempatan mobil siaga tidak berada di kantor desa telah diputuskan melalui musyawarah desa dengan pertimbangan keamanan. Ia menambahkan, pemerintah desa telah menyiapkan sopir siaga bagi warga yang membutuhkan.
Terkait laporan warga yang tidak terlayani hingga meninggal dunia, Afan menyebut saat itu mobil dalam kondisi rusak dan tengah diperbaiki di bengkel. Adapun soal pelayanan publik, ia menegaskan pemerintah desa telah menjalankannya sesuai ketentuan yang berlaku.






