Riska Findiana dan Perjalanan Panjang Menjadi Perempuan Muda Multitalenta di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kesuksesan sering kali lahir dari proses panjang yang tidak banyak diketahui orang. Di balik pencapaian yang terlihat hari ini, ada perjuangan, konsistensi, dan keberanian untuk terus berkembang menghadapi perubahan zaman. Gambaran itu tercermin dalam perjalanan hidup Riska Findiana, perempuan muda yang berhasil meniti karier dari dunia pencak silat hingga bisnis kreatif dan media digital.

Lahir pada 17 September 1995, Riska tumbuh dalam keluarga yang memiliki perpaduan budaya Bali dan Sunda. Masa kecilnya banyak dihabiskan antara Bandung dan Bali, dua kota yang memberikan pengalaman hidup berbeda dan membentuk karakter dirinya menjadi pribadi yang mandiri serta mudah beradaptasi.

Sejak usia dini, Riska sudah akrab dengan dunia pencak silat. Bukan tanpa alasan, lingkungan keluarganya memang memiliki hubungan erat dengan seni bela diri tradisional tersebut. Sang kakek, Anang Setiawan, dikenal sebagai pendiri padepokan P3S Gagak Lumayung di Bandung.

Baca Juga  Bangun Komunikasi Publik, PWI Kota Tangsel Audiensi dengan BPN Tangsel

Dari sang kakek, Riska mulai mengenal filosofi silat yang tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga tentang kedisiplinan, rasa hormat, dan pengendalian diri. Bahkan sebelum masuk sekolah dasar, ia sudah mulai berlatih dan tampil dalam berbagai pertunjukan seni bela diri.

Kecintaannya terhadap silat terus tumbuh hingga aktif mengikuti kompetisi sejak SD sampai SMA. Berbagai penghargaan berhasil ia raih, termasuk sejumlah gelar juara pertama di ajang pencak silat. Dedikasinya di dunia bela diri mengantarkannya mencapai tingkat sabuk hitam dengan spesialisasi partner tanding.

Selain aktif di dunia olahraga, Riska juga dikenal memiliki minat besar terhadap seni dan budaya. Ia pernah mengikuti berbagai kegiatan modeling serta aktif menampilkan tari Jaipong dalam sejumlah acara sekolah dan pertunjukan budaya.

Pengalaman tampil di depan publik sejak muda membuat dirinya terbiasa membangun rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi yang baik. Hal itu kemudian menjadi modal penting ketika ia mulai memasuki dunia bisnis dan media digital.

Baca Juga  Buka Dialog Literasi Digital KWRI, Wabup Intan Nurul Hikmah Ingatkan Generasi Muda Tangerang Waspadai Dampak Era Post-Truth

Bakat kewirausahaan Riska mulai terlihat sejak remaja. Saat masih duduk di bangku SMA, ia memulai usaha kecil menjual aksesori kepada teman-teman sekolah. Berawal dari hobi dan kreativitas, usaha tersebut berkembang menjadi RAF Accessories.

Dengan ide desain yang dibuat sendiri, Riska mampu membangun pasar yang lebih luas hingga produknya dipasarkan ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali. Ia juga aktif memberdayakan pengrajin lokal dengan memberikan pelatihan produksi berbagai model aksesori terbaru.

Menurutnya, keberhasilan bisnis bukan hanya soal keuntungan pribadi, tetapi juga bagaimana usaha tersebut mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, Riska kembali menunjukkan kemampuannya membaca peluang zaman. Berawal dari aktivitas sederhana membagikan keseharian di media sosial, ia mulai serius membangun personal branding sebagai konten kreator.

Baca Juga  Penguatan Organisasi, Ketua PWI Banten Rian Nopandra Kunjungi Sekretariat PWI Kota Tangsel 

Konsistensinya selama beberapa tahun terakhir membuat dirinya dikenal luas di dunia digital. Konten yang ia bangun banyak menampilkan aktivitas bisnis, gaya hidup produktif, hingga perjalanan pengembangan diri sebagai perempuan muda yang aktif di berbagai bidang.

Kini, selain aktif sebagai konten kreator, Riska juga menjalankan bisnis di bidang aksesori, parfum, dan properti. Ia pun dipercaya menjabat sebagai Direktur CV. RAF Collection.

Perjalanan hidup Riska Findiana menjadi gambaran nyata tentang generasi muda yang mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai kerja keras dan kreativitas. Dari dunia silat hingga bisnis modern, ia membuktikan bahwa keberhasilan dapat diraih siapa saja yang memiliki keberanian untuk memulai dan konsisten menjalani proses panjang menuju impian.

Berita Terkait

Usai Eksekusi Pengadilan, Pemenang Lelang Mulai Membongkar Bekas Rumah Opy Ropiah
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, H. Wawan Sumarwan, Legislator PDI Perjuangan Berikan Bantuan Alat Pompa Air
Di Balik Jeruji Lapas Brebes, Warga Binaan Menata Diri Lewat Istighosah Jumat Pagi
Lapas Brebes Hadirkan Layanan Perpustakaan Keliling untuk Tingkatkan Literasi Warga Binaan
DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste, Olahan Ikan Tongkol Disulap Jadi Produk Bernilai Jual
DPD JULEHA Brebes Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP Juru Sembelih Halal, 61 Peserta Dinyatakan Kompeten
Poltekimipas Evaluasi Program Magang Taruna di Lapas Brebes
Wabup Intan Tinjau dan Monitoring Penanganan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Rajeg
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:21 WIB

Usai Eksekusi Pengadilan, Pemenang Lelang Mulai Membongkar Bekas Rumah Opy Ropiah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:03 WIB

Di Balik Jeruji Lapas Brebes, Warga Binaan Menata Diri Lewat Istighosah Jumat Pagi

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:24 WIB

Lapas Brebes Hadirkan Layanan Perpustakaan Keliling untuk Tingkatkan Literasi Warga Binaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:37 WIB

DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste, Olahan Ikan Tongkol Disulap Jadi Produk Bernilai Jual

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:43 WIB

DPD JULEHA Brebes Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP Juru Sembelih Halal, 61 Peserta Dinyatakan Kompeten

Berita Terbaru