Selain Kader, Simpatisan PDI-P Wanasari Brebes Kecewa Hasil Konfercab DPC

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah simpatisan Partai PDI-P kecamatan wanasari menyatakan kekecewaan hasil Konfercab DPC PDI-P Brebes pernyatakan sikap terbuka disampaikan di Desa Pebatan, Wanasari, Brebes pada Selasa (13/1). (Foto: Lensabumi)

Sejumlah simpatisan Partai PDI-P kecamatan wanasari menyatakan kekecewaan hasil Konfercab DPC PDI-P Brebes pernyatakan sikap terbuka disampaikan di Desa Pebatan, Wanasari, Brebes pada Selasa (13/1). (Foto: Lensabumi)

Brebes, Lensabumi.com – Tak hanya datang dari kader partai, kekecewaan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025-2030 juga datang dari sejumlah simpatisan.

Puluhan simpatisan PDI-P di Kecamatan Wanasari serempak menyatakan kekecewaannya di salah satu kediaman pribadi simpatisan senior dari PDI-P, Suroso Bono Gesik, Selasa (13/1/2026).

Mereka menilai hasil Konfercab di Hotel Patra Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (27/12/2025) lalu tidak sesuai harapan mereka. Pasalnya, nama yang muncul justru bukan usulan dari mayoritas Pengurus Anak Cabang (PAC) serta kader dan simpatisan.

Simpatisan PDI-P Desa Pebatan, Wanasari Suroso Bono Gesik mengaku pada dasarnya tidak menolak kepengurusan baru di bawah Ketua Cahrudin, namun kecewa hasil Konfercab yang dinilai tidak mendengarkan arus bawah.

Baca Juga  DKI Jakarta–Banten Sepakat MRT Kembangan–Balaraja

“Sebenarnya itu internal partai. Tapi kami sebagai simpatisan yang berada di luar boleh menilai. Intinya hasil Konfercab kami kecewa,” kata Suroso, Selasa

Diungkapkan mantan anggota DPRD Brebes periode 1999-2004 dari PDI-P, langkah sejumlah kader yang memilih mundur dari keanggotaan partai, juga ternyata diikuti oleh simpatisan dari sejumlah kecamatan.

“Banyak yang menyampaikan ke saya dan musyawarah. Hasilnya memang menyatakan kecewa,” kata Suroso yang juga pernah menjabat PAC Kecamatan Wanasari.

Suroro menegaskan hasil konsolidasinya, bahwa sejumlah simpatisan akan bergerak bersama, mengikuti sikap sejumlah kader yang sudah lebih dulu menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan surat pengunduran diri secara resmi.

Baca Juga  BPBD Agam: 72 Korban Bencana Hidrometeorologi Belum Ditemukan

“Di antaranya yang merasa kecewa yaitu Bapak Asrofi yang sudah mundur lebih dulu, kami simpatisan juga ikut menentukan sikap. Ini bukan hanya soal nama, tapi soal marwah partai yang harus dijaga,” pungkas Suroso.

Sebelumnya diberitakan sejumlah pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ramai-ramai mengundurkan diri dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke kantor DPC PDI-P Brebes, Sabtu (10/1/2026).

Langkah itu diambil sebagai bentuk kekecewaan atas penetapan Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025–2030 yang dianggap tidak mendengarkan aspirasi akar rumput. Keputusan itu diambil bertepatan dengan hari jadi PDI-P ke-53 tahun yang jatuh 10 Januari 2026.

Baca Juga  Kebakaran di Pademangan diduga akibat arus pendek listrik

Selain puluhan kader dan pengurus pimpinan anak cabang (PAC) dan pengurus anak ranting (PAR) dari kecamatan Bulakamba dan Bumiayu, pengunduran diri juga dilakukan kader partai yang tergabung dalam Komunitas Juang yang merupakan badan otonom di bawah PDI-P.

Para kader mengaku kecewa karena Ketua DPC PDI-P Brebes yang ditetapkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) atau Dewan Pengurus Daerah (DPD) bukan berasal dari nama yang diusulkan oleh mayoritas PAC.

Berita Terkait

Albrian SH, Ketum Milenial Selatan Angkat Bicara Munculnya Salah Satu Kutipan Yang Di Duga Ditujukan Ke Zulhas
GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN
Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak
Proyek Sekolah Rakyat Brebes Rp200 Miliar Tersendat Akses, SD Ditarget Rampung Juni 2026
Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar
Gelar Bimtek, MUI Kabupaten Tangerang Harap Khitobah Inovatif serta Moderat dalam Berdakwah 
ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:59 WIB

Albrian SH, Ketum Milenial Selatan Angkat Bicara Munculnya Salah Satu Kutipan Yang Di Duga Ditujukan Ke Zulhas

Selasa, 21 April 2026 - 19:40 WIB

GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN

Selasa, 21 April 2026 - 17:25 WIB

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 April 2026 - 17:20 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Brebes Rp200 Miliar Tersendat Akses, SD Ditarget Rampung Juni 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:27 WIB

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Berita Terbaru

Kepala Puskesmas Tanjung, Hero Irawan (tengah), berfoto bersama peserta usai kegiatan penyuluhan Tuberkulosis (TBC) anak dalam rangka peringatan Hari Kartini di Aula Puskesmas Tanjung, Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas Puskes Tanjung

Daerah

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:25 WIB

Petugas Lapas Brebes menandatangani ikrar deklarasi zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di Aula Dr. Sahardjo Lapas Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas

Daerah

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 Apr 2026 - 16:27 WIB