Brebes, Lensabumi.com – Aktivitas di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes tidak hanya berkaitan dengan pembinaan perilaku. Sejumlah warga binaan kini terlibat dalam kegiatan produktif yang menghasilkan nilai ekonomi, salah satunya melalui budidaya ikan lele yang mendukung program ketahanan pangan.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan ikut mengelola budidaya ikan lele di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Brebes. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 220 kilogram ikan lele berhasil dipanen pada Senin, 3 Agustus 2026.
Proses panen melibatkan jajaran Lapas Brebes bersama lima warga binaan yang selama ini mengikuti kegiatan pembinaan bidang perikanan. Mereka terlibat mulai dari perawatan kolam hingga proses pemanenan ikan.
Budidaya tersebut dilakukan di kawasan Branggang luar SAE Lapas Brebes dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak optimal. Saat ini, Lapas Brebes memiliki 10 kolam ikan yang dikelola secara berkelanjutan sebagai sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes Mudo Mulyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
“Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Mudo melalui keterangan tertulis, Rabu (5/8).
Menurut dia, melalui budidaya ikan lele, warga binaan belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta proses kerja yang memiliki nilai ekonomi.
“Mereka belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan proses kerja yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Mudo mengatakan, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas juga menjadi bagian dari kontribusi Lapas Brebes dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan lahan yang ada untuk kegiatan produktif. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi warga binaan, tetapi juga menjadi kontribusi Lapas Brebes dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan berinisial KM mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan budidaya ikan lele. Menurut dia, proses tersebut mengajarkan ketelitian dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
“Kami belajar banyak dari proses budidaya ikan lele, mulai dari merawat ikan sampai panen. Kegiatan ini mengajarkan kami untuk lebih disiplin, teliti, dan bertanggung jawab,” kata KM.
Hasil panen sebanyak 220 kilogram ikan lele tersebut selanjutnya dipasarkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Lapas Brebes berencana terus mengembangkan kegiatan pembinaan produktif lainnya agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah bebas.
Program budidaya ikan lele ini juga menjadi bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus mendukung upaya penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pemberdayaan sumber daya manusia.






